Konten dari Pengguna

Pengangguran Struktural: Pengertian dan Contohnya dalam Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Pengangguran Struktural. Sumber: Kaique Rocha/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Pengangguran Struktural. Sumber: Kaique Rocha/Pexels.com

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan bentuk ekonomi suatu wilayah atau negara. Pengangguran ini termasuk salah satu kategori penduduk yang mempunyai kriteria khusus.

Pengangguran struktural bisa terjadi pada kategori sektor ekonomi tertentu, misalnya resesi ekonomi, perubahan komposisi tenaga kerja, dan sebagainya. Lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini!

Pengertian Pengangguran Struktural

Ilustrasi: Pengangguran Struktural. Sumber: Krizjohn Rosales/Pexels.com

Nana Supriatna, dkk. dalam buku berjudul IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) menjelaskan bahwa jenis pengangguran struktural masuk dalam pengangguran involunter, yakni pengangguran karena terpaksa.

Artinya, kelompok angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan dan bekerja, namun belum bisa atau belum berkesempatan mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran struktural bisa muncul akibat adanya perubahan struktur ekonomi, seperti struktur ekonomi agraris berubah ke industri yang mengakibatkan tenaga yang tersedia adalah tenaga kerja sektor agraris, sedangkan lapangan kerja yang ada adalah sektor industri.

Karena itu, sebagian dari kelompok angkatan kerja tentunya tidak terserap dengan baik di sektor industri dan pasti mereka akan menganggur.

Contoh Pengangguran Struktural

Beberapa contoh pengangguran struktural di masyarakat adalah:

  • Karyawan yang digantikan oleh teknologi, misalnya mesin AI.

  • Surat menyurat sekarang menggunakan email sehingga tidak membutuhkan orang untuk mengirim surat.

  • Ojek pangkalan yang digusur oleh ojek online.

Dampak Pengangguran Struktural

Dampak pengangguran struktural yang akan muncul, yaitu:

  • Tingkat kemakmuran yang ada di masyarakat akan menurun dan tidak maksimum.

  • Pendapatan nasional sektor pajak jelas akan berkurang.

  • Pertumbuhan ekonomi akan berjalan semakin lambat.

  • Ketidakstabilan di bidang politik dan sosial terus meningkat.

  • Hilangnya pendapatan.

  • Hilangnya keterampilan yang dipunyai masyarakat atau seseorang.

  • Berkurangnya atau musnahnya tingkat kesejahteraan sehingga pengangguran bisa merugikan diri sendiri, bahkan negara. Kerugian biasanya berupa hilangnya mata pencaharian.

Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Jika pengangguran tidak segera diatasi, akan membawa dampak yang besar. Maka dari itu, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya, seperti:

  • Menambah mobilitas modal serta tenaga kerja.

  • Mengadakan pelatihan kerja menyesuaikan formasi kerja yang tersedia.

  • Meningkatkan minat daya beli masyarakat terhadap produk lokal.

  • Mendirikan industri padat karya dengan melibatkan tenaga kerja yang banyak.

  • Menyukseskan pembangunan berbagai proyek umum yang dijalankan pemerintah.

Pemerintah sebaiknya juga berusaha meningkatkan mutu tenaga kerja di Indonesia dengan beberapa cara, yaitu:

  • Menyiapkan tenaga kerja yang terlatih dan terdidik untuk meningkatkan mutu pendidikan formal, seperti mengadakan program wajib belajar.

  • Mengadakan pelatihan kerja menyesuaikan formasi yang ada.

  • Menyiapkan tenaga kerja yang bisa bekerja dengan ulet dan produktif melalui peningkatan perbaikan gizi dan kesehatan penduduk.

  • Mengadakan proyek magang untuk calon pekerja.

Demikianlah penjelasan pengertian pengangguran struktural yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)