Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-ciri Desa Tradisional

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Desa Tradisional. Sumber: Pexels.com/Rodrigo Curi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Desa Tradisional. Sumber: Pexels.com/Rodrigo Curi

Desa tradisional merupakan salah satu jenis klasifikasi desa berdasarkan perkembangan masyarakatnya. Salah satu ciri dari desa tradisional adalah memiliki wilayah dengan batas yang jelas.

Selain memiliki wilayah dengan batas yang jelas, desa tradisional juga memiliki sejumlah ciri lain. Misalnya, ditinggali oleh sebuah suku, letak desa yang terpencil dan terisolir, serta hubungan antarpersonal yang sangat erat.

Pengertian Desa Tradisional

Ilustrasi Ciri-Ciri Desa Tradisional. Sumber: Pexels.com/tommaso picone

Pengertian tentang desa tradisional merupakan salah satu informasi penting sebelum membahas karakteristik atau ciri-ciri dari desa tersebut. Dengan demikian, pengertian tentang desa tradisional dapat membantu proses pemahaman secara lebih terstruktur.

Mengutip dari buku Pengelolaan Administrasi Penduduk Desa karya Bailah (2019: 23), desa tradisional adalah desa yang masyarakatnya masih bergantung secara penuh pada kekayaan alam untuk bertahan hidup.

Tingkat perkembangan masyarakat desa tradisional itu sendiri masih rendah sebab tidak ada pengaruh atau komunikasi dari luar desa. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa salah satu ciri desa tradisional adalah tidak ada pengaruh dari luar.

Ciri-ciri Desa Tradisional

Ilustrasi Ciri-Ciri Desa Tradisional. Sumber: Pexels.com/Lina Kivaka

Setelah mengetahui pengertianya, sekarang adalah saat untuk mengetahui ciri-ciri desa tradisional. Pengetahuan itu memiliki kegunaan untuk memahami konsep dari ‘desa tradisional’ secara lebih lanjut.

Masih mengutip dari buku yang sama, Bailah (2019: 23), berikut adalah ciri-ciri desa yang diklasifikasikan sebagai desa tradisional:

  • Ditinggali oleh sebuah suku

  • Adat tradisi leluhur masih terus dipegang

  • Letak desa terpencil dan terisolir

  • Masyarakat masih bergantung pada alam untuk bertahan hidup

  • Penduduknya cenderung tertutup dari daerah lain

  • Hubungan antarpersonal sangat erat

Penjelasan tersebut mengungkapkan tentang ciri-ciri desa yang termasuk dalam klasifikasi desa tradisional. Itu artinya ada desa-desa yang tidak masuk dalam klasifikasi desa tradisional.

Faktanya, memang ada desa yang tidak masuk dalam klasifikasi desa tradisional sebab desa tradisional hanya merupakan jenis klasifikasi. Jadi, masih ada klasifikasi desa yang lain, seperti desa swadaya, swakarya, serta swasembada.

Demikian dapat dipahami bahwa ciri-ciri desa tradisional meliputi gaya hidup masyarakat, letak desa, hubungan masyarakat, dan tradisi masyarakatnya. (AA)