Pengertian Indeks Kebahagiaan dan Faktornya yang Penting Dipahami

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian indeks kebahagiaan adalah parameter yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat berdasar tingkat kebahagiaan mereka.
Dalam praktiknya, indeks kebahagiaan sebuah negara dapat diukur melalui sejumlah faktor.
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan mengenai pengertian indeks kebahagiaan dan faktor yang memengaruhinya seperti yang dikutip dari website resmi Badan Pusat Statistik.
Pengertian Indeks Kebahagiaan
Menurut BPS, indeks kebahagiaan bisa diartikan sebagai publikasi yang menyajikan data dan informasi terkait tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia.
OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) mulai mempromosikan indeks kebahagiaan sejak tahun 2011.
Negara lain yang juga menjadi pelopor pengukuran indeks kebahagiaan adalah Bhutan yang berhasil menyusun Indeks GNH (Gross National of Happiness).
Selain itu, salah satu pengukuran indeks kebahagiaan terkenal adalah World Happiness Report yang dibuat oleh SDSN (Sustainable Development Solutions Work) yang didukung PBB.
SDSN yang memiliki enam dimensi tersebut bisa menggunakan indeks kebahagiaan tersebut untuk membandingkan antar negara satu dengan negara lainnya.
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kebahagiaan masyarakat akan berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pembangunan dan perkembangan sosial di masyarakat.
Faktor Indeks Kebahagiaan
Pengukuran tingkat kebahagiaan di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2014 selama tiga tahun sekali melalui Survei Tingkat Pengukuran Kebahagiaan (STPK).
Tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia diukur oleh tiga dimensi, yaitu kepuasaan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).
Menurut BPS, kebahagiaan bisa diukur dari berbagai faktor, antara lain:
Kesehatan
Pendidikan
Pekerjaan
Pendapatan rumah tangga
Keharmonisan keluarga
Ketersediaan waktu luang
Hubungan sosial
Kondisi rumah dan aset
Keadaan lingkungan
Kondisi keamanan
Lebih lanjut, setiap individu secara subjektif juga memiliki berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kebahagiaan, seperti kehidupan sosial, usia, iklim, ras, jenis kelamin, dan agama.
Sebagai contoh, seseorang yang telah memiliki banyak uang, namun tidak diiringi dengan kehidupan sosial yang baik dan positif, maka kadar kebahagiaan mungkin akan menurun.
Di sisi lain, seseorang lansia usia lanjut dengan kondisi kesehatan yang prima, bisa memiliki kadar kebahagiaan yang tinggi. Hal ini membuat kebahagiaan dianggap sebagai sesuatu yang subjektif.
Pada penelitian mengenai indeks kebahagiaan di tahun 2021, terungkap bahwa Indonesia mengalami peningkatan indeks kebahagiaan dibanding tahun sebelumnya.
Indeks kebahagiaan Indonesia berkisar 70,69 di tahun 2017 dan meningkat menjadi 71,49 di tahun 2021. Sedangkan capaian dimensi indeks kebahagiaan kepuasan hidup Indonesia sebesar 75,16.
Demikian pembahasan mengenai pengertian indeks kebahagiaan dan faktornya yang penting dipahami. (SP)
