Pengertian Kelompok Volunter dalam Ilmu Sosial dan Penyebab Munculnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang menyebabkan munculnya kelompok volunter dalam ilmu sosial? Ketika mendengar kata volunter, umumnya kita akan memikirkan tentang kelompok sukarelawan.
Hal tersebut memang umum terjadi, mengingat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata volunter merupakan sinonim kata sukarelawan.
Artikel kali ini akan memberikan penjelasan secara khusus mengenai kelompok volunter dalam ilmu sosial. Baca ulasan lengkapnya di bawah ini!
Memahami Kelompok Volunter dalam Ilmu Sosial
Secara umum, kelompok volunter dalam ilmu sosial dapat dipahami sebagai kelompok sukarelawan. Namun, ada hal yang perlu dipahami lebih lanjut dari kelompok volunter dalam ilmu sosial.
Pemahaman itu adalah pemahaman tentang penyebab munculnya kelompok volunter. Berdasarkan ilmu sosial, kelompok volunter merupakan kelompok yang terbentuk akibat tidak terpenuhinya kepentingan-kepentingan individual.
Hal ini juga memiliki kaitan dengan keberadaan kelompok okupasional. Waluya (2007: 98) dalam buku yang berjudul Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial menjelaskan,
Kelompok okupasional adalah kelompok yang terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok okupasional biasa terdapat pada masyarakat heterogen. Pada masyarakat ini berkembang sistem pembagian kerja yang semakin didasarkan pada pengkhususan atau spesialisasi.
Kelompok okupasional yang ada dalam masyarakat itu kemudian membuat munculnya kelompok-kelompok profesi. Kelompok-kelompok profesi inilah kemudian memberikan dampak berupa terjadinya monopoli terhadap bidang ilmu dan teknologi tertentu.
Baca juga: Mengenal Teori Kebutuhan Maslow beserta Tingkatannya
Terbentuknya kelompok profesi, monopoli terhadap ilmu dan teknologi, serta perkembangan sistem komunikasi kemudian memberikan dampak sosial yang baru.
Dampak tersebut adalah tidak terpenuhinya kepentingan individual seiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin heterogen. Atas dasar kepentingan individual yang tidak terpenuhi itulah yang menciptakan munculnya kelompok volunter.
Oleh sebab itu, kelompok volunter merupakan cara individu-individu yang memiliki kepentingan sama mengusahakan pencapaian kepentingannya.
Demikian dapat disimpulkan bahwa ketidakmampuan pemenuhan kepentingan individual adalah sebab terbentuknya kelompok volunter. Sekian uraian tentang kelompok volunter. Sampai jumpa dengan artikel informatif tentang ilmu sosial lainnya. (AA)
