Konten dari Pengguna

Pengertian Lembaga Pengendalian Sosial, Tujuan, dan Sifatnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lembaga pengendalian sosial, sumber foto: Serg Alesenko by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lembaga pengendalian sosial, sumber foto: Serg Alesenko by pexels.com

Lembaga pengendalian sosial adalah seluruh upaya yang dilakukan masyarakat atau kelompok untuk mengendalikan anggotanya. Pengendalian ini dapat membantu meminimalisir konflik dan sebagai kontrol sikap serta perilaku dalam bersosialisasi.

Masyarakat Indonesia tentu memerlukan pengendalian sosial demi menjaga kerukunan antar sesama. Mengingat masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang homogen, sehingga banyak perbedaan yang memicu munculnya sebuah konflik.

Dikutip dari Buku Sosiologi SMP/MTs Kls VII (KTSP) karya Mulat Wigati Abdullah, berikut ini penjelasan lengkap tentang pengendalian sosial, tujuan dan sifatnya.

Lembaga Pengendalian Sosial

Ilustrasi lembaga pengendalian sosial, sumber foto: Jimmy Chan by pexels.com

Pengendalian sosial adalah cara yang digunakan untuk mengawasi perilaku individu dalam melaksanakan aktivitasnya. Hal ini dapat mendorong individu untuk berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.

Jika dipikir-pikir, harus ada lembaga yang bertugas mengurusi penyimpangan dan pelanggaran peraturan. Berikut ini ada beberapa jenis lembaga pengendalian sosial untuk kehidupan masyarakat yang tertata.

1. Lembaga Pengendalian Formal

Pertama ada lembaga pengendalian sosial formal seperti kepolisian, lembaga pendidikan, dan lembaga pengadilan. Ketiga lembaga tersebut akan melakukan pengendalian sosial yang terkesan formal dan kaku.

2. Lembaga Pengendalian Informal

Lembaga informal meliputi lembaga adat, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi sosial, serta lembaga penyiaran dan pemberitaan (pers). Di beberapa daerah di Indonesia, lembaga informal justru lebih ditakuti oleh masyarakat daripada lembaga formal.

Tujuan Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dalam masyarakat tentu memiliki tujuan yang sangat beragam, seperti:

  1. Upaya pengawasan agar nilai dan norma yang berlaku dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat.

  2. Mencegah terjadinya penyimpanan sosial.

  3. Memulihkan keadaan akibat penyimpangan sosial.

  4. Menciptakan ketertiban dan ketentraman sosial dalam masyarakat.

  5. Membantu memulihkan pelaku penyimpangan agar kembali berperilaku normal.

Sifat Pengendalian Sosial

Berikut ini beberapa sifat pengendalian sosial yang perlu diketahui.

1. Pengendalian Sosial Preventif

Pengendalian sosial ini dapat membantu mencegah terjadinya pelanggaran atau penyimpanan sosial.

2. Pengendalian Sosial Kuratif

Selanjutnya ada pengendalian sosial kuratif yang akan dilakukan ketika pelanggaran atau penyimpanan sosial sudah terjadi.

3. Pengendalian Sosial Gabungan

Terakhir ada pengendalian sosial gabungan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial dan memulihkan kembali keadaan semula.

Lembaga pengendalian sosial sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu lembaga pengendalian formal dan lembaga pengendalian informal. Kedua lembaga tersebut tentu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. (DSI)