Konten dari Pengguna

Penggunaan Istilah Sosiologi: Tokoh dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penggunaan Istilah Sosiologi. Unsplash.com/Brooke Cagle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penggunaan Istilah Sosiologi. Unsplash.com/Brooke Cagle

Istilah sosiologi pertama kali digunakan oleh seorang filsuf. Sosiologi adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, hubungan antarmanusia, serta pola dalam interaksi sosial.

Penggunaan Istilah sosiologi memiliki akar sejarah yang panjang dan berkaitan dengan perkembangan pemikiran ilmiah tentang masyarakat. Sehingga, memahami penggunaan istilah ini beserta tokoh dan sejarahnya menjadi sangat penting.

Penggunaan Istilah Sosiologi

Ilustrasi Penggunaan Istilah Sosiologi. Unsplash.com/Vitaly Gariev

Dikutip dari pustaka.ut.ac.id, istilah sosiologi pertama kali digunakan oleh seorang filsuf asal Prancis. Istilah ini digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1837 untuk pertama kalinya sebagai disiplin ilmu.

Kata sosiologi merupakan istilah yang berasal dari gabungan dua kata, yaitu socius dari bahasa Latin yang berarti kawan atau masyarakat. Sedangkan logos dari bahasa Yunani yang artinya ilmu atau kajian.

Secara sederhana, sosiologi diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.

Pada tahun 1838, Auguste Comte ingin mengembangkan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dengan metode ilmiah seperti halnya ilmu pengetahuan alam. Ia memandang bahwa fenomena sosial yang terjadi dapat diamati, dianalisis, dan dipahami secara objektif.

Dalam penggunaan Istilah sosiologi, terdapat beberapa tokoh penting yang melatarbelakangi perjalanan dan sejarahnya.

1. Auguste Comte

Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Ia adalah tokoh yang memperkenalkan istilah sosiologi dan mengembangkan aliran positivisme. Aliran ini merupakan pendekatan yang menekankan pengamatan secara langsung dan pembuktian fakta dalam studi sosial.

2. Emile Durkheim

Emile Durkheim mengembangkan teori fungsionalisme yang memandang masyarakat sebagai sistem yang saling bergantung. Durkheim pun memperluas penggunaan sosiologi untuk mempelajari moral, hukum, dan solidaritas sosial.

3. Karl Marx

Karl Marx lebih dikenal sebagai tokoh filsafat dan politik. Namun, selain sebagai tokoh tersebut, ia juga dikenal menggunakan sosiologi untuk menganalisis konflik kelas dan ketidaksetaraan ekonomi.

4. Max Weber

Max Weber memperkenalkan konsep tindakan sosial dan menghubungkan sosiologi dengan budaya, pemahaman nilai, dan motivasi dari setiap individu.

Pada abad ke-19, masyarakat Eropa mengalami perubahan besar akibat adanya Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Perubahan ini akhirnya memunculkan masalah sosial baru. Diantaranya masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan, sehingga diperlukan ilmu khusus untuk memahaminya.

Penggunaan istilah sosiologi kemudian berkembang ke berbagai negara. Salah satunya di Amerika Serikat, istilah ini berkembang dan menjadi pusat pengembangan sosiologi modern.

Pada abad ke-20, sosiologi mulai dipelajari secara luas di dunia universitas dan digunakan untuk memecahkan masalah sosial, politik, dan budaya.

Penggunaan istilah sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte dan berkembang pesat berkat kontribusi tokoh-tokoh besar lainnya.

Dengan memahami asal-usul istilah, tokoh, dan sejarahnya, masyarakat dapat lebih menghargai peran sosiologi dalam kehidupan modern ini. (Aya)

Baca juga: Hubungan dan Perbedaan Perubahan Sosial dan Perubahan Budaya