Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kutai dan Kondisi Masyarakatnya
10 Januari 2024 21:02 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu pertama di Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-4 hingga ke-13 Masehi. Adapun penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai diperkirakan karena menurunnya kinerja kepemimpinan.
ADVERTISEMENT
Sarip, dalam Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur, menyebutkan bahwa runtuhnya Kerajaan Kutai terjadi karena kondisi kepemimpinan kerajaan yang mengalami kemunduran.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai, simak selengkapnya dalam bacaan ini.
Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai termasuk kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Adapun berdirinya kerajaan ini diperkirakan terjadi pada abad ke-4 Masehi. Lokasi Kerajaan Kutai berada di wilayah pedalaman Kalimantan, yaitu di tepi Sungai Mahakam.
Kerajaan ini mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Raja Mulawarman. Sayangnya, usai pemerintahannya, Kerajaan Kutai justru mengalami kemunduran.
Adapun penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai adalah karena beberapa faktor, antara lain:
ADVERTISEMENT
Kondisi Masyarakat Kerajaan Kutai
Sebelum mengalami keruntuhan, Kerajaan Kutai memiliki kondisi perekonomian dan sosial yang relatif stabil. Adapun beberapa bentuk kondisi masyarakat Kerajaan Kutai adalah:
1. Kondisi Ekonomi
Pada bidang ekonomi, mayoritas masyarakat Kerajaan Kutai memiliki mata pencaharian sebagai petani. Hal ini lantaran letak wilayah yang berada di dekat Sungai Mahaham, sehingga mempunyai lahan subur dan aliran air untuk irigasi yang baik.
Selain bermata pencaharian sebagai petani, masyarakat Kerajaan Kutai juga berprofesi sebagai pedagang. Hal itu disebabkan karena kerajaan tersebut berada dekat dengan jalur perdagangan antara sejumlah negara, seperti India dan Tiongkok.
2. Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya masyarakat Kerajaan Kutai juga tergolong teratur. Pasalnya, masyarakat Kerajaan Kutai tergolong terbuka, sehingga mereka mau menerima unsur-unsur baru dari luar, tetapi tetap menjaga budaya lokalnya.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, di bawah pemerintahan Raja Mulawarman, Kerajaan Kutai juga menerapkan upacara Vyatyastoma di bawah pimpinan pendeta Brahmana.
Demikian sederet informasi berkaitan dengan penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai dan kondisi masyarakatnya. [ENF]