Konten dari Pengguna

Penyebab Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis oleh Sejarawan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis karena. Sumber: Unsplash.com/Esther Wechsler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis karena. Sumber: Unsplash.com/Esther Wechsler

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan tentang peristiwa masa lampau mempunyai banyak sumber, salah satunya tradisi lisan. Namun, tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis karena membutuhkan dokumen pendukung untuk menangkap kenyataan dari suatu kisah.

Kesulitan tersebut dapat terjadi karena tradisi lisan sering kali berupa ungkapan. Selain itu, prosesnya masih berupa mewariskan pesan melalui mulut ke mulut, bukan dokumentasi nyata dalam bentuk foto atau video.

Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis karena Apa?

Ilustrasi Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis karena. Sumber: Unsplash.com/Aaron Burden

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan selalu mempunyai sumber yang menjadi rujukan dalam proses penelitian atau pengkajian. Salah satu contoh sumber tersebut adalah tradisi lisan.

Namun, proses analisis tradisi lisan ternyata lebih sulit daripada sumber sejarah yang lain. Kondisi itu dapat terjadi karena faktor yang kompleks.

Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII, Nursa’ban dan Supardi (2023: 45), tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis karena perlu menangkap kenyataan di balik suatu cerita yang didukung dokumen seperti arsip atau buku.

Dokumen pendukung sangat penting dalam proses analisis tradisi lisan karena bisa mengungkap kenyataan secara lebih jelas. Hal itu terjadi karena secara umum, tradisi lisan sering kali hanya berupa ungkapan yang diwariskan dari mulut ke mulut.

Definisi dan Ciri-ciri Tradisi Lisan

Ilustrasi Tradisi Lisan Lebih Sulit untuk Dianalisis karena. Sumber: Unsplash.com/Debby Hudson

Setelah mengetahui penyebab tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis, sekarang adalah saat untuk melengkapi pemahaman tentang definisi dan ciri-cirinya. Berikut penjelasan ringkas tentang definisi serta ciri-ciri tradisi lisan:

1. Definisi Tradisi Lisan

Mengutip dari buku Tradisi Lisan Sumbawa: Kajian Etnografi Komunikasi, Marhandra (2020: 11), Hoed mengatakan bahwa tradisi lisan adalah berbagai pengetahuan dan adat kebiasaan yang secara turun-temurun disampaikan secara lisan.

2. Ciri-ciri Tradisi Lisan

Mengutip dari buku yang sama, Marhandra (2020: 12), berikut adalah ciri-ciri tradisi lisan yang berlaku di dalam masyarakat menurut Sukatman:

  1. Penyebaran dan pewarisannya biasa dilakukan dengan cara lisan.

  2. Bersifat tradisional, yaitu berbentuk relatif dan standar.

  3. Bersifat anonim.

  4. Mempunyai varian atau versi yang berbeda.

  5. Mempunyai pola bentuk.

  6. Mempunyai kegunaan bagi kolektif tertentu.

  7. Menjadi milik bersama suatu kolektif.

  8. Bersifat polos dan lugu sehingga sering terasa kasar serta terlalu sopan.

Setelah menyimak penjelasan di atas, diketahui bahwa tradisi lisan lebih sulit untuk dianalisis karena membutuhkan dokumen pendukung dalam menangkap kenyataan dari suatu cerita. Jadi, prosesnya bisa lebih lama daripada menganalisis sumber sejarah lain. (AA)