Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Peran Selat Malaka dalam Jaringan Perdagangan Kerajaan Hindu-Budha Nusantara
26 Januari 2025 16:29 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Peran Selat Malaka dalam jaringan perdagangan kerajaan Hindu-Buddha Nusantara sangat signifikan karena posisinya yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id Selat Malaka adalah sebuah selat yang terletak di antara Malaysia dan pulau Sumatra (Indonesia).
Peran Selat Malaka dalam Jaringan Perdagangan Kerajaan Hindu-Budha Nusantara
Peran Selat Malaka dalam jaringan perdagangan kerajaan Hindu-Buddha Nusantara sangat krusial.
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran yang sangat strategis dalam sejarah perdagangan maritim Nusantara, terutama pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
Letaknya yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan menjadikan selat ini sebagai jalur vital yang dilalui kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru dunia.
Pada abad ke-5 hingga abad ke-15 M, kerajaan-kerajaan besar Hindu-Buddha seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram, memanfaatkan Selat Malaka untuk memperluas jaringan perdagangan mereka.
Selat ini menjadi penghubung utama antara India, Cina, dan wilayah Nusantara.
ADVERTISEMENT
Para pedagang dari India membawa barang-barang seperti rempah-rempah, emas, dan tekstil, sementara pedagang dari Cina membawa barang-barang seperti porselen, sutra, dan perhiasan.
Barang-barang ini dipertukarkan dengan produk lokal Nusantara seperti lada, cengkeh, dan kopi.
Kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di Sumatra, dikenal sebagai penguasa utama Selat Malaka pada abad ke-7 hingga ke-13. Sriwijaya memainkan peran penting dalam mengontrol jalur perdagangan dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha.
Keberadaannya yang strategis memungkinkan Sriwijaya untuk menguasai jalur perdagangan antara India dan Cina, serta memperkuat posisinya sebagai kerajaan maritim yang dominan.
Selain itu, Majapahit, yang berdiri pada abad ke-13, juga memanfaatkan Selat Malaka untuk menjaga hubungan perdagangan yang menguntungkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, India, dan Cina.
ADVERTISEMENT
Dengan mengendalikan jalur ini, kerajaan Majapahit bisa memperluas pengaruhnya dan menjaga kestabilan ekonomi melalui perdagangan yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, Selat Malaka memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan ekonomi dan budaya kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, menjadikannya sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan berbagai peradaban besar di Asia. (Arf)