Perbedaan Perjuangan Rakyat Indonesia Sebelum dan Sesudah 1908

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan sesudah 1908 terletak pada sifat, fokus, cara, juga pemikiran akan perjuangan. Tahun 1908 dianggap sebagai titik perubahan pergerakan kebangsaan.
Berikut adalah perbedaan perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan sesudah 1908.
Apa Saja Perbedaan Perjuangan Rakyat Indonesia Sebelum dan Sesudah 1908?
Tahun 1908 ditandai sebagai periode lahirnya pergerakan kebangsaan modern, yang ditandai berkembangnya kesadaran nasional dengan munculnya organisasi pergerakan yang bersifat modern dan nasional.
Organisasi Budi Utomo yang lahir pada 20 Mei 1908 dianggap sebagai tonggak sejarah yang memengaruhi sifat perjuangan bangsa Indonesia menjadi berwawasan nasional.
Lebih lanjut, berikut adalah perbedaan perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan sesudah 1908 berdasarkan buku Sejarah 2 karya Sardiman, yakni:
Sebelum 1908
Bersifat kedaerahan.
Terfokus pada pemimpin.
Perjuangan secara fisik (perang).
Perjuangan dilakukan dalam kelompok-kelompok.
Perjuangan bersifat reaktif dan spontan.
Belum ada pemikiran tentang kelanjutan keberhasilan.
Pemimpin perjuangan berasal dari golongan bangsawan atau pemimpin daerah.
Sesudah 1908
Bersifat nasional dan telah ada kerja sama antar daerah.
Terorganisasi secara teratur.
Perjuangan diplomasi.
Perjuangan diwujudkan dalam bentuk organisasi.
Perjuangan sudah memiliki visi jelas, yaitu Indonesia merdeka.
Kelanjutan perjuangan dirumuskan dalam organisasi.
Pemimpin perjuangan berasal dari golongan cerdik dan pandai.
Perjuangan sebelum tahun 1908 untuk melawan kolonialisme dikatakan mengalami banyak kegagalan berdasarkan buku Blak-blakan Bahas Mapel IPS SD karya Mirma Respati.
Kegagalan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, Indonesia juga kalah dalam persenjataan dan teknik perang, juga mudah diadu domba antar kelompok.
Tokoh perjuangan sebelum 1908 disebut juga sebagai pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh perjuangan setelah 1908 disebut juga sebagai pahlawan pergerakan nasional Indonesia.
Beberapa tokoh perjuangan sebelum 1908 adalah Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Sultan Hasanudin, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Untung Surapati, dan sebagainya.
Sedangkan, beberapa tokoh perjuangan setelah 1908 adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Bung Tomo, Sutan Syahrir, M. Yamin, Budi Utomo, R. A. Kartini, Dewi Sartika, dan sebagainya.
Demikian adalah pembahasan mengenai perbedaan perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan sesudah 1908 yang menarik untuk disimak. (SP)
