Konten dari Pengguna

Perbedaan Tenaga Kerja Terdidik dan Tenaga Kerja Terampil di Sini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil, Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil, Pexels/Pavel Danilyuk

Dunia kerja sering membuka lowongan untuk tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil. Faktanya, ada beberapa perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil. Namun, belum banyak yang mengetahui hal itu karena mengganggap dua istilah tersebut sama.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk SMP dan MTs KelasVII: Jilid 1, Deliarnov, (2007:8), tenaga kerja merupakan faktor produksi asli yang memiliki peran penting dalam menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang diembannya.

Perbedaan Tenaga Kerja Terdidik dan Tenaga Kerja Terampil

perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil, Pexels/Rachel Claire

Apa perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil? Secara garis besar, perbedaannya terletak pada cara tenaga kerja tersebut memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam bidang tertentu.

Berikut adalah penjelasan mengenai tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil, serta perbedaan antara kedua jenis tenaga kerja tersebut.

1. Tenaga Kerja Terdidik

Maksud dari tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus sebelum mengelola faktor produksi atau sebelum terjun ke dunia kerja.

Para tenaga kerja tersebut memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal, seperti sekolah, perguruan tinggi, atau universitas.

Contoh tenaga kerja terdidik yaitu dokter, guru, dosen, pengacara, notaris, dan akuntan.

2. Tenaga Kerja Terampil

Sesuai penamaannya, tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman.

Ada banyak sekali bidang pekerjaan yang dapat ditekuni oleh tenaga kerja terampil, di antaranya montir, tukang kayu, tukang ukir, sopir, dan teknisi.

Tenaga kerja terampil bisa juga disebut sebagai pekerja yang berpengalaman. Hal tersebut karena mereka melakukan sebuah pekerjaan setelah mendapatkan pelatihan atau berbekal pengalaman di tempatnya bekerja sebelumnya.

Baik tenaga kerja terdidik maupun tenaga kerja terampil sama-sama dibutuhkan dalam dunia kerja. Hanya saja, beberapa bidang pekerjaan lebih mengutamakan para tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman dalam bidang tertentu.

Demikianlah perbedaan tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terampil. Keduanya sama-sama dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 6 Alasan Sistem Ekonomi Tradisional Kurang Sesuai untuk Suatu Negara