Konten dari Pengguna

Perjanjian Pangkor: Latar Belakang Terjadinya dan Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perjanjian pangkor. Sumber: RDNE Stock project/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perjanjian pangkor. Sumber: RDNE Stock project/pexels.com

Perjanjian Pangkor adalah perjanjian antara pihak Inggris dengan Sultan Abdullah dari Perak. Pelaksanaan perjanjian ini terjadi pada 20 Februari 1874.

Mustapa dan Kassim dalam Perjanjian Britain-Belanda 1824 dan Perjanjian Pangkor 1874 menyebutkan bahwa Perjanjian Pangkor dilaksanakan pada 1874 di atas kapal HMS Pluto.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai latar belakang Perjanjian Pangkor, simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Latar Belakang Perjanjian Pangkor

Ilustrasi perjanjian pangkor. Sumber: RDNE Stock project/pexels.com

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, Perjanjian Pangkor adalah perjanjian antara Inggris dengan Sultan Perak. Perjanjian Pangkor terjadi pada 20 Februari 1874.

Adapun alasan pihak Inggris melakukan Perjanjian Pangkor adalah ingin menguasai wilayah Perak. Pasalnya, wilayah tersebut mempunyai sumber daya alam yang melimpah, seperti biji timah.

Melalui perjanjian ini, maka Inggris diperbolehkan mencampuri urusan Negeri Perak. Hal ini dianggap menjadi salah satu kekeliruan Raja Abdullah bin Sultan Jaafar dan baru disadari setelah ditandatangani.

Akibat campur tangan pihak Inggris ini, masyarakat Melayu pun merasa tidak senang, terlebih lagi golongan kerajaan yang merasa kehilangan kekuasaan.

Pasalnya, dalam Perjanjian Pangkor, disebutkan bahwa pihak Inggris akan melindungi Perak, sehingga menjadi salah satu alasan mereka turut ikut campur dalam berbagai urusan Negeri Perak.

Perjanjian Pangkor sendiri ditandatangani di atas kapal HMS Pluto. Kala itu, Raja Abdullah menandatanganinya di hadapan Gubernur Negeri Selat, Sir Andrew Clarke.

Dampak Perjanjian Pangkor

Perjanjian Pangkor memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap wilayah Perak. Adapun beberapa dampak Perjanjian Pangkor, antara lain:

  • Masyarakat Perak merasa tidak senang karena Inggris yang ikut campur pada berbagai urusan negara.

  • Pihak Inggris berhasil menguasai tambang untuk melancarkan perdagangan dan memberikan keuntungan bagi Inggris.

  • Pihak Inggris mengangkat Sultan Abdullah dan melengserkan Raja Ismail yang tengah berkuasa kala itu.

  • Pelantikan Residen Inggris untuk menjadi penasihat Sultan. Hal ini dimaksudkan agar Inggris mudah dalam terlibat di dalam urusan kerajaan.

Demikian sederet informasi mengenai latar belakang Perjanjian Pangkor beserta dampaknya yang perlu diketahui. [ENF]