Perjuangan Sarekat Islam dalam Melawan Penjajahan Belanda di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjuangan Sarekat Islam dalam melawan penjajahan Belanda di Indonesia terdiri dari banyak upaya. Hal itu dapat terjadi karena semula, organisasi tersebut hanya mencakup bidang ekonomi.
Namun, Sarekat Islam kemudian juga mencakup bidang politik seiring dengan perkembangannya. Kondisi itu dapat terlihat dari adanya sejumlah kongres besar dari Sarekat Islam.
Perjuangan Sarekat Islam dalam Melawan Penjajahan Belanda
Ketika masa penjajahan Belanda, ada banyak organisasi anak bangsa yang bermunculan pada tahun 1900-an. Salah satu organisasi tersebut adalah Sarekat Islam (SI).
Mengutip dari buku Super Complete IPS, Tim Guru Inspiratif (2019: 364), pada mulanya, Sarekat Islam adalah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Organisasi tersebut didirikan oleh H. Samanhudi pada tahun 1911.
Seiring dengan perkembangannya, SDI pun berubah menjadi Sarekat Islam pada tanggal 18 September 1912. Kondisi tersebut membuat organisasi Sarekat Islam memiliki banyak upaya perjuangan dalam catatan sejarah Indonesia.
Berikut adalah beberapa contoh perjuangan Sarekat Islam dalam melawan penjajahan Belanda di Indonesia:
1. Membuat Front untuk Melawan
Mengutip dari buku yang sama, Tim Guru Inspiratif (2019: 365), salah satu latar belakang ekonomi berdirinya SI adalah membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera. Pada masa itu, bangsa Indonesia mendapat banyak ketidakadilan.
2. Aktif Menyelenggarakan Kongres
Sarekat Islam merupakan organisasi yang aktif menyelenggarakan kongres besar dengan sejumlah agenda penting. Mengutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional, Iryana (2022: 27 – 28), berikut beberapa agenda dari kongres-kongres Sarekat Islam:
Kongres besar pertama yang diselenggarakan oleh Sarekat Islam berlangsung di Taman Kota Surabaya. Kongres tersebut memiliki agenda untuk menghapuskan stigma negatif dari oknum yang tidak menyukai keberadaan organisasi Sarekat Islam.
Kongres kedua dilaksanakan di Surakarta, tepatnya di Taman Sriwedari. Tujuan kongres kedua adalah memilih pengurus besar yang nantinya akan menjadi Centraal Comite.
Kongres ketiga dilaksanakan di Yogyakarta. Salah satu agenda dari kongres ketiga adalah menetapkan anggaran dasar dan Centraal Comite baru.
Demikian menjadi jelas bahwa ada banyak perjuangan Sarekat Islam dalam melawan penjajahan Belanda di Indonesia. Perjuangan tersebut umumnya berlangsung dengan cara mengadakan kongres guna membahas agenda-agenda penting. (AA)
