Persamaan Pithecantrophus Erectus Indonesia dan Sinanthropus Pekinensis Cina

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh persamaan pithecanthrophus erectus Indonesia dan sinanthropus pekinensis Cina yang ditemukan adalah terletak pada persamaan ciri-ciri yang mirip.
Pada manusia purba pithecanthropus erectus Indonesia merupakan jenis manusia yang berjalan tegak. Sementara pada manusia purba sinanthropus pekinensis Cina merupakan jenis manusia yang dinamakan manusia peking.
Persamaan Pithecantrophus Erectus Indonesia dan Sinanthropus Pekinensis Cina
Dikutip dalam situs sma13smg.sch.id, persamaan Pithecantrophus erectus Indonesia dan Sinanthrophus pekinensis Cina dibagi dari ciri-ciri yang sama.
Pithecanthrophus erectus tersebut ditemukan pertama kali oleh Eugene Dubois yang berada Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Jenis fosil manusia purba ini diperkirakan hidup sejak 700 ribu tahun yang lalu hingga satu juta tahun.
Bahkan fosil yang ditemukan pun berdasarkan tulang paha yang berukuran lebih besar dari lengan dan tempurung kepala. Pada fosil tempurung kepala diyakini terdapat pencampuran bentuk antara tempurung kepala manusia dan kera.
Sementara untuk jenis fosil sinanthropus pekinensis Cina ditemukan oleh Davidson Black dan Weidenreich, jenis fosil ini diperkirakan hidup sekitar 400 ribu tahun yang lalu.
Para ahli berkata bahwa adanya manusia peking ini memiliki kebudayaan yang sama dengan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Indonesia.
Selain itu pada manusia peking memiliki daerah persebaran yang cukup luas dan dikatakan sebagai kelompok pemburu yang membuat perkakas.
Ciri-ciri pada fosil manusia pithecanthrophus erectus tersebut yaitu memiliki tinggi yang sama dengan fosil sinanthropus pekinensis sekitar 183 cm. Kedua fosil manusia purba ini memiliki anggota tubuh yang tetap.
Dengan memiliki alat pengunyah yang sangat kuat bentuk geraham kuat dengan rahang yang kuat, tonjolan kening yang tebal, hidung yang tebal, dan bagian kepala yang menonjol.
Bahkan di kedua fosil antara pithecanthrophus erectus dan sinanthropus pekinensis memiliki tulang tengkorak yang tebal, memiliki dahi yang kecil serta jembatan alis yang keras, dan langit-langit mulut yang besar.
Hal tersebut merupakan persamaan pithecantrophus erectus Indonesia dan sinanthrophus pekinensis Cina yang dapat diketahui secara umum.
Baca juga: Ragam Fungsi Abris Sous Roche bagi Manusia Purba
