Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Politik Islam di Indonesia, Sejarah, dan Perkembangannya
1 Desember 2024 8:25 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Politik Islam di Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang, dimulai sejak era kerajaan-kerajaan Islam hingga berkembang pesat pada masa modern.
ADVERTISEMENT
Perannya tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam membentuk kebijakan politik dan sosial di Nusantara.
Dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, hingga Mataram Islam, hingga era perjuangan melawan penjajahan yang melibatkan organisasi-organisasi Islam, politik Islam terus menunjukkan eksistensinya.
Sejarah dan Perkembangan Politik Islam di Indonesia
Dimulai sejak kedatangan Islam di Nusantara pada abad ke-13, bagaimana politik Islam di Indonesia berkembang melalui kerajaan-kerajaan seperti Samudera Pasai, Demak, dan Mataram Islam yang mengadopsi nilai-nilai Islam dalam pemerintahan.
Dalam era kolonial, politik Islam mulai terorganisir secara lebih formal dengan berdirinya organisasi seperti Sarekat Islam pada 1912. Organisasi ini menggabungkan nilai keislaman dengan semangat nasionalisme untuk melawan penjajahan.
ADVERTISEMENT
Pasca-kemerdekaan, peran politik Islam semakin nyata dalam pembentukan dasar negara. Meski Piagam Jakarta, yang semula mencantumkan kewajiban umat Islam menjalankan syariat Islam, akhirnya diubah menjadi Pancasila, ideologi ini tetap menjadi bagian dari diskusi politik di Indonesia hingga kini.
Perkembangan politik Islam terus berjalan seiring dengan dinamika politik nasional. Setelah era Orde Baru yang cenderung menekan organisasi berbasis Islam, masa Reformasi membawa kebebasan politik yang lebih besar.
Berdasarkan laman ejournal.unisba.ac.id, dipimpin oleh Presiden Soekarno, pemikiran bangsa Indonesia terbagi menjadi nasionalis sekuler dan nasionalis Islam.
Dalam hal ini umat Islam memainkan peran yang sangat besar untuk menghancurkan kekuatan Komunis di Indonesia.
Partai-partai Islam, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mulai memainkan peran signifikan dalam parlemen dan kebijakan publik.
ADVERTISEMENT
Saat ini, peran politik Islam tidak hanya terbatas pada organisasi formal, tetapi juga melalui berbagai gerakan sosial dan dakwah.
Partai-partai Islam tidak hanya mengandalkan agenda agama, tetapi juga mengusung isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk menarik dukungan yang lebih luas.
Selain itu, politik Islam juga menghadapi tantangan. Politisasi agama dalam pemilu dan kebijakan sering menjadi sorotan, terutama ketika digunakan untuk kepentingan pragmatis tertentu.
Meski demikian, politik Islam tetap menjadi salah satu kekuatan penting yang berkontribusi dalam menjaga keseimbangan demokrasi di Indonesia.
Politik Islam di Masa Depan
Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, politik Islam di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk tetap relevan. Diperlukan strategi yang mampu mengakomodasi nilai-nilai keislaman tanpa mengesampingkan pluralisme.
ADVERTISEMENT
Salah satu kunci keberhasilan politik Islam di masa depan adalah dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, dan keadilan sosial.
Politik Islam telah membuktikan eksistensinya sejak masa lampau hingga kini. Dengan terus beradaptasi terhadap perubahan zaman, politik Islam dapat tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa. (Rahma)
Baca juga: Asal-usul Qunut Nazilah dan Sejarahnya