Proses Sosial Sebagai Bentuk Lanjut dari Kontravensi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada sebuah proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi yang masih jarang disadari keberadaannya. Sebenarnya, proses sosial tersebut sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam keluarga maupun kehidupanbermasyarakat.
Dikutip dari buku Inti Sari Sosiologi Pertanian, Asriyanti Syarif, SP., M.Si, dkk., (2017:17), kontraversi ada sebuah proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontraversi lazim terjadi di masyarakat dalam berbagai aktivitas.
Aktivitas kontraversi salah satunya bisa berupa menghasut dengan menyebarkan rumor atau rahasia seseorang.
Proses Sosial Sebagai Bentuk Lanjut dari Kontravensi
Menanggapi pertanyaan proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi dinamakan apa? Jawabannya adalah pertikaian. Sebelum membahas lebih jauh tentang pertikaian, ada baiknya untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan kontraversi.
Sebagai informasi, kontraversi adalah bentuk interaksi sosial disosiatif, yaitu interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan dan pertentangan.
Interaksi sosial disosiatif sendiri juga sering disebut proses sosial disintegratif atau disjungtif.
Di masyarakat, memang sering terjadi kontraversi yang umumnya ditandai dengan ketidakpuasan, ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan terhadap kepribadian seseorang atau kelompok.
Ketika kontraversi terus terjadi, akhirnya munculah pertikaian antar individu atau kelompok yang terlibat.
Menurut sosiologi, pertikaian dapat diartikan sebagai proses sosial yang dilakukan dengan cara menjatuhkan pihak lain dan disertai tindak kekerasan ataupun ancaman.
Proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi tersebut patut dihindari karena bisa menimbulkan berbagai dampak negatif yang mampu memecah belah kerukunan di masyarakat,
Dampak negatif yang dimaksud di antaranya yaitu, kerusakan harta benda, trauma mendalam, perubahan kepribadian, rasa dendam, perpecahan, hilangnya rasa senasib sepenanggungan, hancurnya nilai dan norma sosial, serta disintegrasi sosial.
Melihat dampak pertikaian yang begitu besar, sudah sepatutnya untuk menghindari penyebab-penyebabnya. Apabila mulai muncul gejalanya, terlebih dahulu selesaikan dengan baik-baik tanpa menggunakan emosi yang meledak-ledak.
Demikianlah jawaban atas pertanyaan proses sosial sebagai bentuk lanjut dari kontravensi dinamakan? Setelah mengetahuinya, mulai hindari penyebab paling umum yang sering ditemukan di kehidupan sosial sehari-hari. (Nay)
Baca juga: 3 Penyebab Terjadinya Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat
