Konten dari Pengguna

Proses Terbentuknya Kearifan Lokal dalam Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Proses Terbentuknya Kearifan Lokal dalam Masyarakat. Sumber: Ihsan Adityawarman/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Proses Terbentuknya Kearifan Lokal dalam Masyarakat. Sumber: Ihsan Adityawarman/Pexels.com

Kearifan lokal atau kebijaksanaan lokal adalah istilah untuk menunjukkan kekhasan yang menjadi pandangan dan cara hidup masyarakat di suatu daerah tertentu. Proses terbentuknya kearifan lokal dalam masyarakat sangat unik.

Lantas, bagaimana terbentuknya kearifan lokal dalam masyarakat? Simak di sini!

Proses Terbentuknya Kearifan Lokal di Masyarakat

Ilustrasi: Proses Terbentuknya Kearifan Lokal dalam Masyarakat. Sumber: mermoz lionel/Pexels.com

Proses terbentuknya kearifan lokal dalam masyarakat umumnya telah berlangsung sejak zaman dahulu dan masih terus lestari hingga sekarang.

Lalu, siapakah yang melestarikan? Jawabannya adalah masyarakat yang ada dalam suatu wilayah tersebut secara turun-temurun.

Kearifan lokal itu sendiri terbentuk diawali dari adanya ide maupun gagasan individu dan terus menyebar serta membentuk gagasan kolektif.

Gagasan ini selanjutnya terpadu menjadi satu dengan adat istiadat juga nilai budaya pada suatu masyarakat dan akhirnya menghasilkan tradisi baru.

Tujuan dari tradisi baru, yaitu sebagai cara memperoleh kebaikan juga keseimbangan sebuah komunitas kecil maupun besar.

Semakin berjalannya waktu, kearifan lokal terus berkembang dan bergerak mengikuti kemajuan zaman dalam hal cara berpikir, berperilaku, serta bermasyarakat.

Faktor yang Memengaruhi Kearifan Lokal

Karimatus Saidah, dkk. dalam buku berjudul Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Implementasinya dalam Pendidikan Sekolah Dasar menjelaskan bahwa faktor yang memengaruhi terbentuknya kearifan lokal di suatu daerah, yaitu kondisi geografis, nilai religi, dan keadaan sosial masyarakat. Berikut penjelasannya:

1. Kondisi Geografis

Kondisi geografis memengaruhi terbentuknya suatu kebudayaan masyarakat. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir rata-rata mempunyai kearifan lokal yang mirip meskipun dari segi penamaan berbeda.

2. Nilai Religi

Nilai religi memberikan pengaruh cukup besar kepada pembentukan kearifan lokal di masyarakat. Nilai religi bisa membentuk sistem sosial dan budaya sehingga menjadi cara pandang kehidupan masyarakat tersebut.

3. Keadaan Sosial

Keadaan sosial masyarakat adalah ciri khas dari masyarakat tertentu dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.

Norma-norma sosial yang disepakati dan ditaati bersama sebagai salah satu cara hidup berdampingan di masyarakat. Hal ini bisa menjadi salah satu hal yang mendorong terbentuknya kearifan lokal.

Cara Menjaga Kearifan Lokal

Sebagai warga negara yang baik, menjaga dan melestarikan kearifan lokal adalah salah satu bukti nyata cinta tanah air. Untuk itu, gunakan beberapa cara berikut:

  1. Kenali serta pelajari budaya daerah, terutama budaya daerah setempat.

  2. Mengajak partisipasi masyarakat agar saling menjaga budaya daerah setempat.

  3. Memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan budaya agar masyarakat luas mengenal budaya pada suatu daerah tersebut.

  4. Memberikan dukungan tokoh yang bergerak dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

Itulah penjelasan tentang proses terbentuknya kearifan lokal dalam masyarakat yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (eK)