Proses Terbentuknya Mobilitas Sosial dan Jenis-jenisnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana proses terbentuknya mobilitas sosial? Mobilitas sosial berkaitan erat dengan stratifikasi sosial yakni, perpindahan gerak dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lain baik ke atas maupun ke bawah.
Proses terbentuknya mobilitas sosial di masyarakat dapat terjadi dengan berbagai cara. Dikutip dari buku IPS untuk SMP/MTs Kelas 8, tulisan Nurhayati (2021:92) menyebutkan bahwa mobilitas yang terjadi di masyarakat dapat berbentuk vertikal ataupun horizontal.
Proses Terbentuknya Mobilitas Sosial
Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas dengan apa yang mereka dapat dalam hidupnya, sehingga mobilitas sosial pasti terjadi. Proses terbentuknya mobilitas sosial yang terjadi dalam tatanan masyarakat dibagi dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
1. Mobilitas Sosial Horizontal
Mobilitas sosial horizontal merupakan perubahan individu ataupun kelompok selaku objek sosial menuju kelompok sosial lain yang sederajat. Misalnya terjadi dalam dikarenakan aspek berikut:
Tingkatan atau status. Berkaitan dengan status sosial yang dimiliki individu misalnya seseorang yang dipindah tugaskan ke daerah lain namun status atau jabatannya masih sama.
Wilayah. Perpindahan tempat atau wilayah juga termasuk dalam mobilitas sosial horizontal.
2. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial vertikal merupakan bentuk perpindahan individu atau kelompok menuju kedudukan sosial yang tidak sederajat, baik naik ataupun turun. Adapun faktor penyebab terjadinya adalah sebagai berikut:
Kekayaan. Faktor kekayaan tentu akan mengubah kedudukan atau posisi sosial seseorang, hal tersebut tentu akan menjadikan seseorang lebih kaya atau miskin
Pendidikan. Pendidikan merupakan saluran utama yang membuat seseorang mengalami mobilitas sosial, khususnya pendidikan formal. Secara otomatis seseorang yang memiliki latar pendidikan baik akan mengalami kenaikan kedudukan berikut dengan status sosialnya.
Kekuasaan. Seseorang yang memiliki kekuasaan tertentu biasanya turut menyebabkan terjadinya mobilitas secara vertikal. Begitu juga sebaliknya, apabila seseorang tidak memiliki kekuasaan maka dirinya akan mengalami mobilitas sosial ke bawah.
3. Mobilitas Sosial Antargenerasi
Mobilitas ini ditandai dengan adanya perkembangan taraf hidup dalam suatu keluarga, baik meningkat ataupun menurun. Misalnya, seorang pedagang yang hanya tamatan SD berhasil menyekolahkan anaknya hingga sarjana.
4. Mobilitas Sosial Intragenerasi
Mobilitas ini merupakan perpindahan status yang dialami seseorang dalam generasi yang sama. Misalnya, seorang kuli bangunan yang karena ketekunan dan keberuntungannya kini menjadi mandor.
Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dapat terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor pendorong baik secara individu ataupun struktur, misalnya sebagai berikut:
Perubahan Situasi Politik
Perubahan Sosial Budaya
Perubahan Ekonomi
Faktor Kemiskinan
Faktor Diskriminasi Kelas
Perbedaan Kepentingan
Itulah proses terbentuknya mobilitas sosial beserta jenis-jenisnya. Mobilitas sosial merupakan hal yang wajar terjadi, bahkan setiap orang akan mengalaminya. (NZ)
Baca Juga: Mengapa Faktor Struktural Bisa Menjadi Pendorong Mobilitas Sosial?
