Konten dari Pengguna

Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri dalam Sejarah Nusantara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri, Foto: Unsplash/Megan Watson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri, Foto: Unsplash/Megan Watson

Kerajaan Kediri berdiri pada tahun 1116 M dan memiliki pencapaian budaya, ekonomi, dan politiknya. Puncak kejayaan Kerajaan Kediri membuatnya dikenal sebagai salah satu pusat peradaban di Nusantara.

Mengutip buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 1, Mulya, dkk., (2019: 208), Kerajaan Kediri berdiri sebagai hasil keputusan Raja Airlangga untuk membagi Kerajaan Medang Kamulan menjadi dua wilayah, yakni Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri.

Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri

Ilustrasi Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri, Foto: Pixabay/shilmar

Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya (1135-1157). Pada masa pemerintahan Raja Jayabaya, perkembangan sastra mencapai kemajuan yang signifikan, terutama melalui ramalan-ramalan yang tertuang dalam Jongko Joyoboyo.

Jayabaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dan menyatukan kembali wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Kahuripan. Ia juga sukses menjaga kedaulatan kerajaan dari ancaman yang datang dari Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Ternate.

Di bidang ekonomi, Jayabaya berhasil memajukan perekonomian Kerajaan Kediri dengan memperluas aktivitas perdagangan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ia membangun armada laut yang tangguh dan menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara.

Peninggalan Kerajaan Kediri

Ilustrasi Puncak Kejayaan Kerajaan Kediri, Foto: Pixabay/jonathansautter

Kerajaan Kediri mengalami keruntuhan saat Raja Kertajaya memimpin. Pada masa itu, terjadi konflik antara raja dan kaum brahmana. Kaum brahmana kemudian mencari bantuan dari Ken Arok, penguasa Tumapel, untuk menghadapi situasi tersebut.

Akhirnya, pada 1222 M, terjadi perang ganter antara pasukan Kerajaan Kediri dengan Ken Arok. Peperangan dimenangkan oleh Ken Arok dan mengintegrasikan wilayahnya ke dalam kekuasaan Singasari.

Meskipun telah runtuh, Kediri meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang kaya. Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kediri yang terkenal.

  • Prasasti Hantang (1144) mencatat pemberian tanah sima oleh Raja Jayabaya kepada seorang pendeta Buddha bernama Dharmaprabhu.

  • Candi Jago, yang terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dibangun untuk mengenang Raja Wisnuwardhana yang wafat pada tahun 1268.

  • Arca Ganesha adalah patung dewa dengan kepala gajah, yang ditemukan di berbagai candi, termasuk Candi Jago dan Candi Penataran.

  • Kitab Sutasoma adalah karya sastra yang mengisahkan kehidupan Sutasoma, seorang pangeran yang akhirnya menjadi Buddha.

Demikianlah pembahasan mengenai puncak kejayaan Kerajaan Kediri hingga peninggalannya. Kerajaan Kediri membuktikan bahwa Nusantara memiliki sejarah peradaban yang maju dan membanggakan. (NW)

Baca Juga: Puncak Keemasan Kerajaan Aceh dan Sejarahnya