Ritual Adat Pemakaman di Bali yang Khas serta Menarik Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ritual adat pemakaman di Bali adalah Ngaben. Ritual tersebut mencakup kegiatan pembakaran jenazah dan mempunyai kaitan dengan kepercayaan Hindu.
Kondisi itu dapat terjadi karena sebagian besar penduduk di Bali menganut agama Hindu. Tujuan dari ritual Ngaben adalah mengembalikan segala unsur jasmani kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di Bhuana Agung.
Ritual Adat Pemakaman di Bali
Kebanyakan penduduk Bali menganut agama Hindu. Kondisi itu membuat wilayah destinasi wisata turis lokal serta mancanegara tersebut memiliki sejumlah upacara adat yang berkaitan dengan kepercayaan Hindu.
Salah satu contoh adalah ritual adat pemakaman di Bali, yaitu Ngaben. Mengutip dari buku Indonesia Nan Indah: Upacara Adat karya Maryani (2020: 48), orang Bali mempercayai bahwa orang yang telah mati akan reinkarnasi atau menitis kembali.
Guna mempercepat penyempurnaan jenazah orang yang meninggal dunia, jenazah perlu dibakar. Oleh karena itu, proses membakar jenazah menjadi bagian dari Upacara Ngaben.
Jenis-Jenis Upacara Ngaben di Bali
Setiap upacara adat selalu memiliki makna tersendiri. Mengutip dari buku Upacara Perang Topat Menurut Hindu, Yasa (2022: 79) menjelaskan, Ngaben bertujuan untuk mengembalikan unsur-unsur jasmani kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta yang ada di Bhuana Agung.
Upacara Ngaben mempunyai banyak macam. Mengutip dari buku yang sama, Yasa (2022: 79), berikut adalah lima jenis Upacara Ngaben:
Sawa Wedana, yaitu pembakaran secara langsung. Hal itu terjadi ketika jenazah orang yang meninggal dunia langsung dibawa ke kuburan untuk dibakar.
Asti Wedana, yaitu upacara yang dilakukan setelah upacara pembakaran jenazah. Kegiatan tersebut melibatkan proses menghanyutkan abu ke laut atau sungai yang bermuara ke laut.
Swasta Wedana, yaitu upaacara pembakaran terhadap jenazah yang tidak lagi dapat ditemukan sehingga jenazah tersebut diwujudkan dengan kuasa, air, dan sebagainya.
Ngelungah, yaitu upacara pembakaran jenazah yang masih anak-anak atau belum tanggal gigi.
Atma Wedana, yaitu upacara mengembalikan atma dari alam Pitara ke alam Hyang Widhi.
Setelah menyimak pemaparan ringkas di atas, diketahui bahwa ritual adat pemakaman di Bali adalah Ngaben. Ritual tersebut mencakup kegiatan pembakaran jenazah. (AA)
