Sahabat Nabi yang Bergelar Saifullah serta Kisahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sejarah Islam, terdapat seorang sahabat Nabi yang bergelar Saifullah atau Pedang Allah yang Terhunus, yaitu Khalid bin Walid.
Ia dikenal sebagai panglima perang yang tak terkalahkan, memiliki kecerdasan strategi militer yang luar biasa, dan berperan penting dalam berbagai pertempuran besar demi membela Islam.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi umat Muslim tentang keberanian, keikhlasan, dan pengabdian total kepada agama.
Asal-usul Gelar Saifullah
Mengutip dari situs ugm.ac.id, sahabat Nabi yang bergelar Saifullah diberikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada Khalid bin Walid setelah Perang Mu’tah pada tahun 629 M.
Dalam perang ini, pasukan Muslim menghadapi pasukan Romawi yang jumlahnya jauh lebih besar.
Ketika tiga komandan Muslim sebelumnya gugur, Khalid mengambil alih komando dengan strategi yang brilian dan berhasil menyelamatkan pasukan Muslim dari kehancuran total.
Nabi Muhammad SAW pun bersabda bahwa Khalid adalah salah satu pedang Allah yang dihunus untuk kemenangan Islam. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai sahabat Nabi yang bergelar Saifullah.
Perjalanan Hidup Khalid bin Walid
Mengutip dari situs ugm.ac.id, Khalid bin Walid lahir pada tahun 585 M di Mekkah dari keluarga Bani Makhzum, yang merupakan salah satu klan terkemuka Quraisy.
Sebelum masuk Islam, ia adalah salah satu panglima Quraisy yang menentang Nabi Muhammad SAW dan berperan dalam kemenangan Quraisy dalam Perang Uhud.
Namun, setelah Perjanjian Hudaibiyah, ia memutuskan untuk memeluk Islam dan menjadi salah satu panglima utama umat Muslim.
Sebagai sahabat Nabi yang bergelar Saifullah, Khalid memainkan peran besar dalam berbagai peperangan, seperti Perang Hunain, Fathul Makkah, dan Perang Tabuk.
Ia juga berperang melawan kekaisaran besar seperti Bizantium dan Persia selama masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Meskipun sepanjang hidupnya ia selalu berada di medan perang, Khalid bin Walid wafat bukan dalam pertempuran, melainkan di tempat tidur karena sakit pada tahun 642 M.
Kisah hidupnya menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya di medan perang, tetapi juga dalam pengabdian kepada Islam.
Keberanian dan pengorbanannya menjadikan namanya dikenang sebagai sahabat Nabi yang bergelar Saifullah. (Echi)
Baca juga: Kisah Perang Badar, Pertempuran Pertama yang Dipimpin Nabi Muhammad
