Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, Tragedi yang Mengubah Jalannya Dunia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan salah satu catatan paling kelam dalam perjalanan umat manusia.
Dua kota di Jepang ini menjadi saksi bisu ketika teknologi perang mencapai titik paling mengerikan pada abad ke-20.
Peristiwa yang terjadi pada bulan Agustus 1945 tersebut bukan hanya menorehkan luka bagi bangsa Jepang, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi seluruh dunia.
Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki
Sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 menjadi salah satu bab terpenting sekaligus paling tragis dalam perjalanan umat manusia.
Dikutip dari laman fahum.umsu.ac.id, mengungkapkan bahwa peristiwa ini tidak hanya mengubah jalannya Perang Dunia II, tetapi juga memberikan dampak besar bagi berbagai bangsa, termasuk Indonesia yang segera setelah itu memproklamasikan kemerdekaan.
Sebelum bom dijatuhkan, hubungan antara Amerika Serikat dan Jepang telah lama dipenuhi ketegangan, sebab akar permasalahan sudah muncul sejak pendudukan Jepang di Cina timur pada 1937, yang kemudian memicu konflik terbuka dengan Amerika Serikat.
Untuk menahan laju ekspansi Jepang, Amerika Serikat bersama negara-negara Barat memutuskan menghentikan ekspor bahan-bahan penting ke negeri tersebut.
Oleh karena itu, situasi semakin memanas hingga akhirnya pada 7 Desember 1941 Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii.
Serangan yang dilakukan tanpa peringatan dan ketika proses diplomasi masih berlangsung itu dianggap sebagai pelanggaran berat dalam peperangan.
Sejak saat itu, peperangan antara Jepang dan Amerika Serikat berlangsung selama hampir empat tahun.
Di tengah ketegangan yang terus meningkat, Amerika Serikat mulai mengembangkan senjata baru dengan daya hancur yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga pada musim panas 1945 bom atom tersebut akhirnya siap digunakan.
Pada 6 Agustus 1945, bom uranium Little Boy dijatuhkan di Hiroshima.
Akibat ledakan dahsyat tersebut, puluhan ribu jiwa meninggal seketika dan kota itu hancur lebur, sementara banyak penyintas harus menanggung penderitaan berkepanjangan akibat radiasi.
Selanjutnya, tiga hari kemudian, tepatnya 9 Agustus, bom plutonium Fat Man menghantam Nagasaki dan menewaskan sekitar 80.000 orang, sehingga meninggalkan luka sejarah yang begitu mendalam.
Kedua pengeboman ini bukan hanya menandai berakhirnya Perang Dunia II, melainkan juga mempercepat keruntuhan Jepang di Asia.
Oleh sebab itu, kondisi tersebut turut membuka jalan bagi Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Dengan demikian, sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki bukan hanya kisah tentang kehancuran, melainkan juga pengingat akan betapa besar dampaknya bagi dunia, termasuk lahirnya sebuah bangsa yang merdeka. (DANI)
Baca juga: Nilai Religius Dikenal Bangsa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya
