Sejarah dan Latar Belakang Munculnya Dwikora di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dwikora atau Dwi Komando Rakyat adalah komando Presiden Soekarno terhadap masyarakat dan pemerintah Indonesia. Adapun latar belakang munculnya Dwikora adalah karena kekhawatiran Presiden Soekarno akan terbentuknya Malaya.
Oktorino dalam Nusantara Membara-OPERASI DWIKORA-Sebuah Perang Terlupakan di Indonesia menyebutkan jika Dwikora muncul sebagai upaya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah dan latar belakang munculnya Dwikora, baca artikel ini sampai selesai.
Sejarah dan Latar Belakang Munculnya Dwikora
Dwi Komando Rakyat atau Dwikora adalah suatu komando yang diberikan Presiden Soekarno terhadap masyarakat maupun pemerintah Indonesia.
Sejarah dan latar belakang munculnya Dwikora adalah kekhawatiran akan terbentuknya Federasi Malaya. Maka dari itu, Presiden Soekarno berupaya untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Situasi tersebut bermula dari setahun pasca penyerahan Irian Barat kepada Indonesia oleh UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority). Pada saat itu, Indonesia kembali memiliki konflik dengan negara lain, yaitu Malaysia.
Konflik tersebut berkaitan dengan masa depan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Malaya yang terjadi di antara Federasi Malaysia serta Indonesia pada 1962 hingga 1966.
Penyebabnya sendiri adalah keinginan Federasa Malaya atau Persekutuan Tanah untuk menggabungkan Sabah, Sarawak, dan Brunei dalam Federasi Malaya pada 1961.
Hal ini tentu bertentangan dengan Persetujuan Manila. Persetujuan Manila sendiri dilakukan oleh tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Salah satu poin penting dalam persetujuan tersebut adalah Indonesia dan Filipina akan menyambut baik federasi tersebut selama memperoleh dukungan dari masyarakat Kalimantan Utara.
Bukan hanya itu, dukungan tersebut juga harus melalui proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak yang tidak memihak, yaitu Sekjen PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Di sisi lain, Presiden Soekarno beranggapan jika terbentuknya Malaysia atau Federasi Malaysia adalah suatu bentuk kolonialisme dan imperialisme pada bentuk baru sebagai dukungan terhadap segala pemberontakan yang terjadi di Indonesia serta gangguan di dalam negeri.
Hal ini membuat konfrontasi bersenjata terus terjadi antara Indonesia dan Malaysia sehingga Presiden Soekarno menyerukan Dwikora atau Dwi Komandi Rakyat.
Demikian penjelasan mengenai sejarah dan latar belakang munculnya Dwikora. [ENF]
