Sejarah Gedung Stovia, Saksi Bisu Perjalanan Pendidikan Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gedung STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) adalah bangunan bersejarah yang menjadi saksi penting perjalanan pendidikan di Indonesia. Sejarah gedung STOVIA pun tidak lepas dari perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masanya.
Dikutip dari rri.co.id, gedung ini terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat. gedung ini kini dikenal sebagai Museum Kebangkitan Nasional. Namun, jauh sebelum itu, STOVIA adalah lembaga pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh penting bangsa.
Sejarah Gedung STOVIA dan Asal Mula Berdirinya
Melihat sejarah gedung STOVIA dan asal mulanya, gedung ini didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1902. Gedung ini dijadikan sebagai sekolah kedokteran bagi para pribumi.
Tujuan didirikannya sekolah ini adalah untuk mencetak tenaga medis dari kalangan bumiputra, kemudian ditempatkan di berbagai daerah Nusantara. Meskipun begitu, para pelajar di STOVIA menjalani pendidikan yang sangat ketat dan harus tinggal di asrama selama belajar di masa itu.
Gedung tempat sekolah ini, dibangun pada tahun 1899 dan memiliki arsitektur bercorak kolonial Belanda. Bangunannya terdapat ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan asrama pelajar, yang semuanya masih dapat dilihat hingga saat ini.
Selain sebagai tempat pendidikan, STOVIA juga menjadi pusat lahirnya kesadaran nasional di kalangan para pelajar. Contohnya organisasi Budi Utomo.
Peristiwa bersejarah yang terjadi di dalam gedung ini adalah pendirian organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh para pelajar STOVIA, termasuk dr. Soetomo. Peristiwa ini pun kemudian dianggap sebagai tonggak kebangkitan nasional Indonesia.
Para pelajar STOVIA tidak hanya belajar ilmu kedokteran di gedung ini, tapi sekaligus menyadari pentingnya kemerdekaan dan pendidikan untuk rakyat. Pelajar STOVIA aktif berdiskusi, membentuk organisasi, dan menyuarakan perubahan sosial lewat jalur intelektual.
Setelah Indonesia merdeka, gedung ini tidak lagi difungsikan sebagai sekolah kedokteran. Pada tahun 1984, bangunan ini dijadikan sebagai Museum Kebangkitan Nasional yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi foto, dokumen, dan benda-benda peninggalan masa perjuangan pendidikan dan era kebangkitan nasional.
Sejarah Gedung STOVIA menyimpan perjalanan panjang pendidikan dan perjuangan bangsa ini. Dari gedung inilah semangat perubahan lahir yang dipelopori oleh para pelajar muda dan kelak menjadi tokoh bangsa. (Win)
Baca Juga: Sejarah Serabi, Sudah Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram
