Sejarah Gerakan Non Blok Lengkap dengan Tujuannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Gerakan Non Blok merupakan salah satu pengetahuan penting yang perlu dipelajari. Hal ini karena Gerakan Non Blok merupakan salah satu gerakan internasional yang memiliki peran penting untuk mencapai perdamaian dunia.
Pembentukan Gerakan Non Blok ini pertama kali diinisiasi dengan diselenggarakannya KTT Asia Afrika. Adanya Gerakan Non Blok ini memiliki tujuan khusus.
Sejarah Gerakan Non Blok
Gerakan Non Blok (GNB) atau Non-Aligned Movement (NAM) adalah suatu organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara yang menyatakan netral dan tidak beraliansi dengan kekuatan mana pun, baik itu Blok Timur maupun Blok Barat.
Latar belakang dan sejarah Gerakan Non Blok dibahas secara lengkap dalam buku berjudul Buku Pedoman Umum Pelajar Sejarah Rangkuman Inti Sari Sejarah Lengkap SMA Kelas 1,2,3, yang disusun oleh Tri Astuti S.Pd.I (2015: 208).
Dikutip dari buku tersebut bahwa Gerakan Non Blok (GNB) atau Non Alignment Movement (NAM) adalah gerakan yang bersifat netral atau tidak memihak terhadap Blok Barat maupun Blok Timur.
Gerakan Non Blok terbentuk dilatarbelakangi oleh adanya Perang Dunia II yang menyebabkan kemunculan dua negara adidaya di dunia, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Kedua negara tersebut terus bersaing untuk mempengaruhi negara yang sedang berkembang untuk menjadi sekutu dari masing-masing negara. Persaingan antara dua negara tersebut kemudian menimbulkan Perang Dingin.
Kedua negara tersebut terus memperkuat pertahanan dan sistem persenjataan. Hal tersebut membuat dunia merasa terancam dan ketakutan akan munculnya Perang Dunia III atau bahkan Perang Nuklir yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Menghadapi kondisi tersebut, Indonesia menentukan sistem politik luar negeri bebas aktif yang rupanya juga sesuai dengan negara-negara yang sedang berkembang lainnya.
Maka dari itu, Indonesia dan beberapa negara tersebut membentuk kelompok netral yang menyatakan untuk tidak berpihak ke Blok Barat atau Blok Timur yang kemudian disebut dengan Gerakan Non Blok.
Pembentukan Gerakan Non Blok berawal dari diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada 1955. Kemudian, gerakan Non Blok secara resmi terbentuk.
Gerakan Non Blok diprakarsai oleh para pemimpin dari berbagai negara di dunia, antara lain:
Presiden Soekarno (Indonesia)
Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru (India)
Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia)
Presiden Kwame Nkrumah (Ghana)
Presiden Gamal Abdul Nasser (Republik Persatuan Arab Mesir)
Tujuan Pembentukan Gerakan Non Blok
Gerakan Non Blok ini memiliki tujuan pembentukan. Berikut ini adalah beberapa tujuan Gerakan Non Blok secara umum:
Ikut serta berperan dan andil dalam meredam ketegangan dunia akibat adanya pertentangan dua blok yang bersengketa
Mengusahakan terciptanya suasana dunia yang aman dan damai
Mengupayakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis
Mencegah adanya pengaruh buruk yang berasal Blok Timur maupun Blok Barat
Menentang kolonialisme, politik apartheid dan rasialisme
Membangun dan meningkatkan solidaritas di negara-negara anggota Gerakan Non Blok
Menjalin kerja sama antara negara berkembang dengan negara maju untuk menciptakan tata ekonomi dunia baru.
Dengan mengenal sejarah Gerakan Non Blok dan tujuan pembentukannya, pengetahuan tentang sejarah dunia dapat terus berkembang. Semoga bermanfaat. (DAP)
