Konten dari Pengguna

Sejarah Gunung Karang dan Legenda Sumur Tujuh

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Gunung Karang, Pexels/Mihai Vlasceanu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Gunung Karang, Pexels/Mihai Vlasceanu

Nama Gunung Karang mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, sejarah Gunung Karang sebenarnya sangat berkaitan erat dengan berbagai hal bersejarah di Indonesia, termasuk menjadi tempat tinggal manusia pra sejarah.

Dikutip dari ppid.pandeglangkab.go.id, Gunung Karang merupakan gunung yang berada di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Gunung Karang memiliki ketinggian mencapai 1.778 meter di atas permukaan laut. Gunung satu ini sangat berkaitan erat dengan legenda Sumur Tujuh.

Sejarah Gunung Karang dan Legenda Sumur Tujuh

Ilustrasi sejarah Gunung Karang, Pexels/Iulian Patrascu

Sumur Tujuh dan sejarah Gunung Karang memang saling berkaitan. Terlebih, gunung tersebut dipercaya oleh masyarakat Indonesia menyimpan misteri yang cukup kental. Begini sejarah Gunung Karang.

Konon katanya Gunung Karang dipercaya memiliki dua bagian yaitu bagian putih dan hitam. Bagian putih merupakan tempat berkumpulnya para wali sedunia, sementara bagian hitam adalah sebagai tempat berkumpulnya para Jin sedunia.

Lalu, apa kaitannya Gunung Karang dengan Sumur Tujuh? Legenda sumur tersebut ada kaitannya dengan pertarungan sengit Sultan Hasanudin dengan Prabu Puncak Umum yang dilakukan di Gunung Karang.

Setelah bertarung beberapa waktu hingga mampu menaklukkan Prabu Puncak umum, Sultan Hasanuddin merasa kehausan. Karena berada di puncak gunung yang jauh dari mata air, beliau bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala memohon air minum.

Sang Sultan kemudian menancapkan tongkatnya di atas tanah atas. Ajaibnya, atas izin Allah seketika itu keluarlah 7 mata air menyembur dari dalam tanah. Tepat di tempat menancapkan tongkat inilah yang sekarang disebut situs keramat sumur tujuh Gunung Karang.

Selain legenda sumur Tujuh, ada beberapa hal menarik Gunung Karang dari waktu ke waktu, berikut ulasannya:

  • Masa Prasejarah: Gunung Karang telah dihuni sejak zaman prasejarah, terbukti dari penemuan artefak dan situs purbakala.

  • Masa Hindu-Buddha: Gunung Karang menjadi pusat kegiatan keagamaan Hindu-Buddha, terlihat dari peninggalan candi dan arca.

  • Masa Islam: Pada abad ke-16, Gunung Karang menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Barat.

  • Masa Kolonial: Pada abad ke-19, Gunung Karang menjadi daerah perkebunan dan pertanian.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah Gunung Karang yang berkaitan erat dengan legenda Sumur Tujuh.

Baca juga: Legenda Gunung Tidar, Misteri, dan Mitosnya di Tanah Jawa