Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Film Nasional yang Penuh Inspirasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Hari Film Nasional. Pexels/bregonia D. Toretto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Hari Film Nasional. Pexels/bregonia D. Toretto

Sejarah Hari Film Nasional jadi informasi menarik untuk mengenal perjalanan perfilman di Indonesia. Dengan mengetahui sejarahnya, maka bisa menambah wawasan mengenai dunia film tanah air.

Dikutip dari buku Ide Kreatif dalam Produksi Film, Dr. Redi Panuju, M.Si, (2022:57), Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret. Tanggal tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1999.

Sejarah Hari Film Nasional yang Menarik untuk Diketahui

Ilustrasi Sejarah Hari Film Nasional. Pexels/Erik Uruci

Fakta menarik dari sejarah Hari Film Nasional adalah terpilihnya tanggal 30 Maret berawal dari produksi film Darah dan Doa (Long March of Siliwangi). Pada tanggal tersebut merupakan hari pertama produksi atau pengambilan gambar dari film Darah dan Doa.

Diketahui pada tahun 1962, terdapat usulan untuk menetapkan tanggal produksi dari film Darah dan Doa sebagai peringatan Hari Film Nasional yang dikemukakan oleh Djamaluddin Malik. Sebab, film tersebut dianggap sebagai tonggak bersejarah perfilman.

Hal ini dikarenakan film Darah dan Doa adalah film panjang pertama yang disutradarai dan diproduksi oleh penggiat seni Indonesia, yaitu Usmar Ismail. Oleh karena itu, tanggal produksinya dipilih sebagai Hari Film Nasional.

Meski tanggal tersebut telah terpilih sejak tahun 1962, tetapi penetapan tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional baru diresmikan pada tahun 1999. Penetapannya dilakukan oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden.

Tidak hanya itu, melalui keputusan tersebut juga menetapkan Usmar Ismail sebagai Bapak Perfilman Indonesia. Karya filmnya yakni Darah dan Doa dianggap sebagai film nasional pertama yang ada di Indonesia.

Usai lahirnya film Darah dan Doa, berbagai film tanah air pun kerap bermunculan dan lahir banyak karya lainnya. Tidak heran, jika film tersebut disebut sebagai tonggak perfilman Indonesia.

Dengan terpilihnya tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional, maka tanggal tersebut menjadi momen untuk mengenang film pertama produksi Indonesia. Selain itu, bisa juga menjadi momen untuk menghargai sejarah dunia film di Indonesia yang beragam.

Salah satu tujuan penting dari hadirnya peringatan Hari Film Nasional adalah sebagai edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya keberadaan film. Sebab, film bisa menjadi media komunikasi, hiburan, hingga refleksi budaya.

Itu dia informasi menarik seputar sejarah Hari Film Indonesia. Melalui kisah tersebut, maka wawasan seputar sejarah perfilman Indonesia bisa bertambah. (Prima)

Baca Juga: Sejarah Hari Raya Nyepi, Hari Raya Penuh Makna untuk Umat Hindu