Sejarah Hari Raya Galungan dan Maknanya bagi Masyarakat Bali

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Hari Raya Galungan merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Hindu di Indonesia. Namun terdapat sejarah Hari Raya Galungan yang belum diketahui secara umum.
Hari Raya Galungan biasanya diperingati setiap enam bulan sekali, di mana hari raya ini merayakan kemenangan kebenaran dan melawan ketidakbenaran dalam kepercayaan Hindu.
Sejarah Hari Raya Galungan
Dikutip dari situs instiki.ac.id, sejarah Hari Raya Galungan tidak dapat dikatakan pasti siapa yang merayakannya terlebih dahulu. Sebelum Hari Raya Galungan populer di Bali, hari raya ini juga sempat dirayakan bagi umat Hindu di seluruh Indonesia.
Hari Raya Galungan pertama kalinya dirayakan pada tahun 882 M, namun perayaan tersebut sempat terhenti sehingga menyebabkan para raja yang berkuasa di Bali meninggal dunia di usia muda.
Bahkan seringkali terjadi pergolakan bencana yang berada di Bali setelah perayaan Hari Raya Galungan ditiadakan. Pergolakan tersebut berakhir pada pemerintahan Raja Sri Jayakasunu.
Awalnya Raja Sri Jayakasunu sempat bingung mengenai banyaknya para raja di Bali yang wafat sewaktu muda dan terdapat serangkaian bencana yang menghantam wilayahnya.
Mengetahui hal itu Raja Sri Jayakasunu akhirnya bersemedi, sehingga ia mengetahui segala permasalahan yang dihadapi di wilayahnya.
Banyaknya para raja wafat sewaktu muda dan terdapat beberapa bencana di Bali lantaran dihentikannya memperingati Hari Raya Galungan.
Makna Hari Raya Galungan
Untuk makna yang terkandung dalam Hari Raya Galungan bagi masyarakat Bali yaitu bertujuan untuk memperingati kemenangan Dewa Indra dalam melawan Mayadenawa.
Makna dari Hari Raya Galungan yaitu untuk mengajarkan manusia agar dapat mengendalikan nafsu, terutama adanya nafsu buruk.
Dalam kepercayaan masyarakat Hindu, adanya nafsu dibagi tiga seperti nafsu ingin berkuasa, nafsu ingin mengambil hak orang lain, dan nafsu ingin selalu menang dengan cara apapun.
Selain itu Hari Raya Galungan menjadi momen penting untuk dapat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas semua berkat yang diberikan, termasuk terciptanya alam semesta.
Hal tersebut merupakan penjelasan dari sejarah Hari Raya Galungan dan makna yang terkandung di dalam perayaan galungan bagi masyarakat Bali.
Baca juga: 5 Tradisi Galungan dan Kuningan di Bali yang Unik
