Sejarah Jalan Fatmawati Jakarta, Salah Satu Jalan Penting di Ibu Kota

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Jalan Fatmawati Jakarta tidak lepas dari perkembangan kawasan selatan ibu kota yang semakin pesat sejak era 1960-an.
Mengutip dari laman p2k.stekom.ac.id, Jalan Fatmawati dulunya merupakan jalur utama penghubung antara pusat kota dan daerah pinggiran selatan yang kini telah berubah menjadi kawasan bisnis dan hunian modern.
Seiring waktu, pembangunan infrastruktur seperti MRT dan pusat perbelanjaan membuat kawasan ini semakin strategis. Jalan Fatmawati pun menjadi saksi transformasi wilayah Jakarta Selatan dari kawasan asri menjadi pusat aktivitas kota.
Sejarah Jalan Fatmawati Jakarta
Sejarah Jalan Fatmawati Jakarta tidak lepas dari sosok Fatmawati Soekarno, Ibu Negara pertama Indonesia.
Nama jalan ini resmi digunakan sejak 23 Mei 1967 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi Fatmawati dalam perjuangan bangsa, termasuk jasanya menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945.
Penamaan ini juga berkaitan erat dengan keberadaan Rumah Sakit Fatmawati yang dibangun sebagai tempat perawatan anak-anak penderita tuberkulosis.
Jalan Fatmawati membentang dari kawasan Pondok Labu hingga Pulo, Kebayoran Baru, melintasi wilayah padat di Jakarta Selatan.
Panjangnya sekitar 5,4 km dan menjadi jalur penghubung utama antara area permukiman, pusat bisnis TB Simatupang, dan kawasan komersial Blok M.
Peran strategisnya semakin menonjol sejak kawasan ini dilintasi oleh MRT Jakarta jalur Utara–Selatan, dengan stasiun-stasiun seperti Cipete Raya, Haji Nawi, dan Blok A yang menjadi titik akses penting masyarakat.
Sebelum pembangunan MRT, kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan, khususnya untuk produk interior rumah seperti gorden, karpet, dan mebel. Saat proyek MRT berlangsung, banyak usaha kecil terdampak akibat kemacetan dan penyempitan jalan.
Namun, sejak MRT resmi beroperasi pada 2019, geliat ekonomi mulai bangkit. Toko-toko dan tempat makan bermunculan kembali, didukung oleh meningkatnya aksesibilitas.
Itulah penjelasan mengenai sejarah Jalan Fatmawati Jakarta yang menjadi salah satu jalan penting di ibu kota.
Jalan Fatmawati kini menjadi saksi hidup perpaduan antara warisan sejarah dan modernitas, serta tetap berperan penting dalam kehidupan kota Jakarta.
Baca Juga: Sejarah Jalan Setiabudi Bandung yang Jadi Saksi Kisah Masa Lalu
