Konten dari Pengguna

Sejarah Jalan Makadam yang Belum Banyak Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah jalan makadam, foto: unsplash/Diego Jimenez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah jalan makadam, foto: unsplash/Diego Jimenez

Sejarah jalan Makadam merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangan infrastruktur modern, namun masih jarang diketahui secara luas.

Jalan Makadam, yang menjadi fondasi banyak jalan di dunia, termasuk Indonesia, berasal dari gagasan revolusioner seorang insinyur asal Skotlandia bernama John Loudon McAdam.

Sejarah Jalan Makadam dan Penemunya

Ilustrasi sejarah jalan makadam, foto: unsplash/Amanda Sandlin

Mengutip dari situs istn.ac.id, sejarah jalan Makadam berpengaruh dalam evolusi infrastruktur modern, meskipun keberadaannya sering luput dari perhatian.

Diperkenalkan oleh insinyur asal Skotlandia, John Loudon McAdam pada awal abad ke-19, teknik ini memperkenalkan sistem pengerasan jalan dengan lapisan kerikil bertingkat yang dipadatkan, memungkinkan kendaraan melaju lebih stabil dan tahan terhadap cuaca.

Ia memperkenalkan sistem perkerasan jalan yang ekonomis, efisien, dan tahan lama pada awal abad ke-19.

Sebelum adanya metode McAdam, kondisi jalan di Inggris dan Skotlandia sangat buruk, dipenuhi lumpur dan mudah rusak.

Thomas Telford lebih dahulu memperkenalkan sistem perkerasan, namun tetap membutuhkan biaya dan tenaga besar.

McAdam menawarkan solusi yang lebih sederhana dan efektif, batu pecah disusun bertumpuk di atas tanah dasar yang padat dengan kemiringan untuk drainase. Inovasi ini menciptakan struktur jalan yang kokoh tanpa perlu menyusun batu satu per satu.

Awal Mula dan Perkembangan

Ilustrasi sejarah jalan makadam, foto: unsplash/Mason Wildfang

Sejarah jalan Makadam mencatat bahwa sistem ini mulai diuji coba di Falmouth, Inggris, pada tahun 1815.

Batu-batu pecah berukuran maksimal 7,5 cm digunakan untuk membentuk dua lapisan utama, kemudian ditutup dengan agregat lebih kecil sebagai lapisan aus. Sistem ini terbukti lebih murah, cepat dibangun, dan tahan lama dibanding metode sebelumnya.

Di Indonesia, sistem Makadam diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda sebagai solusi praktis untuk membangun jalan di berbagai pelosok.

Meskipun Jalan Raya Pos dibangun sebelum sistem Makadam diperkenalkan, banyak perbaikan di kemudian hari yang mengadopsi metode ini. Sampai saat ini, Makadam masih digunakan di daerah pedesaan karena kesederhanaannya dan biaya yang relatif rendah.

Metode ini telah mengalami modifikasi seperti Makadam Basah dan Penetrasi Makadam, yang disesuaikan dengan kondisi lokal.

Sejarah jalan Makadam juga mencatat bahwa sistem ini menjadi dasar pengembangan jalan modern seperti aspal dan beton.

Meskipun teknologi perkerasan telah berkembang, prinsip-prinsip dasar McAdam tetap relevan. Ini membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa memberi dampak besar dalam pembangunan, bahkan hingga ratusan tahun kemudian. (Echi)

Baca juga: Sejarah Jalan Gejayan, Ruas Kota yang Menyimpan Banyak Cerita