Konten dari Pengguna

Sejarah Kabupaten Grobogan yang Dikenal Sejak Kerajaan Mataram

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Kabupaten Grobogan, Foto: Pexels/cottonbro studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Kabupaten Grobogan, Foto: Pexels/cottonbro studio

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang berada di jalur tengah Provinsi Jawa Tengah. Ada sejarah Kabupaten Grobogan sejak masa Kerajaan Mataram Hindu yang menarik untuk diketahui lebih dalam.

Mengutip dari Profil Kabupaten Grobogan, (2025), dalam situs dpmptsp.grobogan.go.id, di sebelah barat Kabupaten Grobogan adalah Kabupaten Semarang dan Demak. Lalu, di sebelah utamanya adalah Kabupaten Kudus, Pati dan Blora.

Kabupaten Grobogan beribukota di Purwodadi. Kabupaten Grobogan adalah kabupaten terluas ke-2 di Provinsi Jawa Tengah. Secara administrasi Kabupaten Grobogan terdiri dari 19 kecamatan, 273 desa dan 7 kelurahan.

Sejarah Kabupaten Grobogan

Ilustrasi Sejarah Kabupaten Grobogan, Foto: Pexels/cottonbro studio

Dalam sejarah Kabupaten Grobogan, wilayah ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram Hindu. Dikutip dari Kabupaten Grobogan Di Awal Sejarah, (2011), dalam situs grobogan.go.id, Kabupaten Grobogan telah menjadi pusat Kerajaan Mataram.

Saat menjadi pusat kerajaan, ibukotanya di Medang Kamulan atau Sumedang Purwacarito atau Purwodadi.

Ibu kota kerajaan tersebut kemudian dipindahkan ke wilayah sekitar Prambanan dan dikenal dengan berbagai nama, seperti Medang i Bhumi Mataram, Medang Mat i Watu, Medang i Poh Pitu, atau Medang ri Mamratipura.

Masih dikutip dari Kabupaten Grobogan Di Awal Sejarah, (2011), dalam situs grobogan.go.id, pada era Kerajaan Medang dan Kahuripan, wilayah Grobogan memiliki peran penting dalam pemerintahan.

Sementara itu, pada masa Majapahit, Demak, dan Pajang, daerah ini sering dikaitkan dengan kisah-kisah rakyat seperti legenda Ki Ageng Sela, Ki Ageng Tarub, Bondan Kejawan, serta cerita Aji Saka.

Pada masa kerajaan Mataram Islam, daerah Grobogan termasuk Daerah Monconegoro dan pernah menjadi wilayah koordinatif Bupati Nayoko Ponorogo : Adipati Surodiningrat.

Dalam masa Perang Prangwedanan dan Perang Mangkubumen, daerah Grobogan merupakan daerah basis kekuatan Pangeran Prangwadana (RM Said) dan Pangeran mangkubumi.

Dalam perkembangan sejarah selanjutnya, atas ketentuan Perjanjian Giyanti (1755), Grobogan termasuk wilayah Kasultanan bersama-sama dengan Madiun, separuh Pacitan, Magetan, Caruban, Jipang (Bojanegara), Teras Karas (Ngawen), Sela, Warung (Kuwu-Wirosari).

Hingga era pergerakan nasional, masa kemerdekaan, dan setelahnya, masyarakat Kabupaten Grobogan berperan besar dalam perjuangan merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikianlah sejarah Kabupaten Grobogan yang dikenal sejak masa Kerajaan Mataram Hindu. Kabupaten Grobogan adalah daerah yang selalu bergolak di sepanjang sejarahnya. (IF)

Baca juga: Sejarah Kabupaten Tangerang, Asal-usul, dan Perkembangannya