Sejarah Kastengel, Asal-usul Kue Keju Gurih yang Populer saat Lebaran dan Natal

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah kastengel memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya dikenal luas di berbagai negara.
Kue ini telah mengalami berbagai perubahan dan adaptasi sesuai dengan kebudayaan setempat. Kepopulerannya terus bertahan hingga kini dan sering disajikan dalam berbagai momen spesial seperti Lebaran dan Natal.
Sejarah Kastengel
Berikut adalah sejarah kastengel yang berawal dari negeri Belanda sebelum akhirnya dikenal luas di Indonesia, mengutip dari library.binus.ac.id.
Kastengel berasal dari istilah kaasstengels dalam bahasa Belanda, yang terdiri dari dua kata, yaitu "kaas" yang berarti keju dan "stengels" yang berarti batang.
Kue ini awalnya dibuat menggunakan keju khas Belanda seperti Edam atau Gouda yang memiliki cita rasa kuat dan tekstur padat.
Adonan kastengel dibuat dengan mencampurkan tepung terigu, mentega, dan keju, lalu dipanggang hingga menghasilkan tekstur renyah dengan aroma keju yang khas.
Kehadiran kastengel di Indonesia tidak lepas dari masa kolonialisme Belanda yang membawa berbagai pengaruh kuliner.
Para pendatang dari Eropa memperkenalkan kastengel bersama dengan kue-kue kering lainnya yang juga berbahan dasar keju. Dalam perkembangannya, masyarakat lokal mulai menyesuaikan resep asli kastengel dengan bahan-bahan yang lebih mudah didapatkan.
Jika di Belanda kastengel menggunakan keju Edam, maka di Indonesia keju cheddar lebih sering digunakan karena ketersediaannya lebih luas dan harganya lebih terjangkau.
Selain mengalami perubahan dalam bahan baku, kastengel juga mengalami adaptasi dari segi bentuk dan penyajian.
Di negara asalnya, kastengel memiliki ukuran lebih panjang dengan tekstur yang lebih kering dan padat.
Sementara itu, di Indonesia, ukuran kastengel dibuat lebih kecil dengan tambahan kuning telur di atasnya agar memberikan warna keemasan yang menarik.
Kue ini pun semakin populer dan menjadi salah satu sajian khas saat perayaan hari raya seperti Idul Fitri, Natal, dan Imlek.
Kastengel tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga dikenal di berbagai negara dengan versi yang sedikit berbeda.
Di beberapa negara Eropa, kue ini sering disajikan sebagai camilan pendamping teh atau kopi, sementara di Indonesia kastengel lebih identik dengan perayaan besar.
Meskipun telah mengalami berbagai modifikasi, kastengel tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai kue kering keju yang renyah dan gurih. Hingga saat ini, kastengel terus berkembang dengan berbagai variasi yang menarik.
Beberapa inovasi yang muncul meliputi penggunaan keju yang lebih beragam, penambahan bahan seperti wijen atau oregano, serta variasi rasa yang lebih modern.
Popularitas kastengel tetap bertahan sebagai salah satu kue kering favorit yang sering disajikan dalam berbagai acara.
Sejarah kastengel mencerminkan bagaimana akulturasi budaya dapat menciptakan variasi kuliner yang unik. Meskipun berasal dari Belanda, kastengel telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia dan terus dinikmati oleh berbagai kalangan. (Shofia)
Baca Juga: Sejarah Wisata Lawang Sewu yang Penuh Misteri
