Sejarah Kerajaan Goguryeo di Utara Semenanjung Korea

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Goguryeo (Koguryo) adalah kerajaan yang menguasai Korea Utara selama periode tiga kerajaan dari abad ke-1 SM (sebelum masehi) hingga abad ke-7 M (masehi). Berikut ini sejarah Kerajaan Goguryeo selengkapnya.
Kerajaan ini berkembang pesat pada abad ke-5 dan ke-6 M dan telah meninggalkan warisan budaya yang kaya pada seni makam dan arsitekturnya .
Goguryeo terus bersaing dengan kerajaan kecil Baekje (Paekche) dan Silla, serta konfederasi Gaya (Kaya) dan negara adidaya regional Tiongkok. Kerajaan tersebut akhirnya dihancurkan oleh gabungan pasukan Tang dan Silla pada tahun 668 M.
Sejarah Kerajaan Goguryeo
Sejarah Kerajaan Goguryeo memang menarik untuk terus dipelajari. Berikut adalah kisah tentang kerajaan Goguryeo.
Mengutip laman worldhistory, Goguryeo adalah nama kerajaan kuno yang berdiri dari tahun 37 SM hingga 668 M di wilayah Korea Utara dan Tiongkok Timur Laut (juga dikenal sebagai Manchuria), serta sebagian kecil Korea Selatan dan Timur Jauh Rusia.
Secara berurutan, ibu kotanya yang berada di wilayah Tiongkok antara lain Huanren (34 SM-3 M); kota Ji'an di Tiongkok (3-427 M); dan ibu kota Korea Utara, Pyongyang (427-668 M).
Pada abad ke-6 M, setelah menghadapi kedua kerajaan saingannya di selatan, Goguryeo mulai bersekutu dengan Kerajaan Baekje melawan Silla. Ketiga kerajaan itu memang memiliki ambisi untuk wilayah masing-masing.
Saat itu Tiongkok menjadi ancaman di bawah dinasti Sui. Goguryeo menyerang lebih dulu dengan menyerang wilayah Sui di utara. Ini mendatangkan respons militer dari Tiongkok.
Jenderal Eulji Mundeok meraih kemenangan besar untuk Goguryeo dalam pertempuran Salsu River pada tahun 612 M.
Menurut sejarah, dari 300.000 tentara Sui, hanya 2.700 yang kembali ke Tiongkok. Kemudian Goguryeo membangun tembok pertahanan sepanjang 480 km (300 mil) pada tahun 628 M untuk menghalangi ambisi Tiongkok lebih lanjut.
Jenderal Goguryeo yang terkenal, Yang Manchun, berhasil bertahan di benteng Anshi meskipun dikepung selama tiga bulan. Dinasti Tang juga menyerang Korea sampai tiga kali dalam dekade berikutnya, tetapi semuanya tidak berhasil.
Pada tahun 655 M, Baekje menyerang Silla dengan meminta bantuan Tang. Mulanya, Tang dipaksa mundur, namun mereka tetap semangat menyerang pada tahun 667 M. Penyerangan tersebut bertahan selama setahun dan membuat Tang jatuh.
Pada tahun 668 M, Raja Goguryeo Bojang dipindahkan ke Tiongkok bersama dengan 200.000 rakyatnya dalam program kerja paksa.
Kini Kerajaan Baekje maupun Goguryeo telah disingkirkan dan menjadi provinsi Tiongkok sehingga Silla mendominasi semenanjung Korea selama tiga abad berikutnya.
Itulah sejarah Kerajaan Goguryeo mulai dari kejayaan hingga runtuh.
Baca juga: Mengenal Prasasti Rahtawun dari Kerajaan Kalingga
