Sejarah Kesultanan Banten, Masa Kejayaan, dan Kemundurannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Kesultanan Banten didirikan oleh Syarif Hidayatullah atau dikenal sebagai Sunan Gunung Jati pada tahun 1525 M. Setelah berkuasa cukup lama, kemunduran Kesultanan Banten terjadi pada tahun 1683 M.
Kesultanan Banten adalah penguasa jalur pelayaran dan perdagangan. Selain itu, Kesultanan Banten juga memiliki bandar perdagangan lada paling besar di Indonesia. Agar semakin paham tentang sejarahnya, simak dalam penjelasan di bawah ini!
Sejarah Kesultanan Banten
Nana Supriatna dalam buku berjudul Sejarah untuk Kelas IX SMP Program Bahasa menjelaskan bahwa Sunan Gunung Jati berhasil menguasai Banten atas bantuan pasukan Demak dan Cirebon. Sunan Gunung Jati mendirikan Kesultanan Banten dan kadipaten di bawah Kesultanan Cirebon.
Pada 1552 M, Kesultanan Banten dipimpin oleh Hasanuddin setelah Sunan Gunung Jati memutuskan untuk kembali ke Cirebon dan menyerahkan kekuasan tersebut.
Dari segi kehidupan politik, Kesultanan Banten berkaitan erat dengan pernikahan Hasanuddin dengan putri Sultan Trenggono. Pada pernikahan tersebut, Hasanuddin mempunyai dua anak yang diberi nama Maulana Yusuf dan Pangeran Jepara.
Pangeran Jepara diangkat menjadi pemimpin Jepara setelah menikahi anak penguasa Jepara, Ratu Kali Nyamat. Sedangkan, Maulana Yusuf menjadi pengganti ayahnya pada tahun 1570 M sebagai Sultan Banten.
Masa Kejayaan Kesultanan Banten
Kesultanan Banten berada di puncak kejayaan ketika di bawah pemerintahan dari Sultan Ageng Tirtayasa. Pada masa ini, perekonomian dalam bidang perdagangan terus berkembang pesat.
Berkembangnya Banten menjadi kesultanan dagang didukung banyak faktor, yakni:
1. Faktor Geografis
Posisi Banten sangat strategis sebab berhadapan dengan jalur perdagangan yang ramai.
2. Faktor Politik
Jatuhnya Malaka dalam kuasa bangsa Portugis pada tahun 1511 M dan pergolakan politik Jawa Timur dan Jawa Tengah membuat ramainya pelabuhan Banten.
3. Faktor Kultural
Semakin banyak pedagang yang memilih berlabuh ke Banten serta menjadikan Banten sebagai pelarian politik dari wilayah lain, membuat pertukaran budaya di antara mereka berjalan dengan cepat.
Kemunduran Kesultanan Banten
Keberhasilan Banten ketika di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa sangat mengganggu praktik monopoli perdagangan lada yang dikuasai VOC.
Akhirnya, VOC mencari cara untuk menghancurkan dominasi Kesultanan Banten, yaitu dengan menghasut Sultan Haji. Pada masa inilah, Sultan Haji berhasil naik takhta setelah menggulingkan ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa.
Namun, setelahnya, Kesultanan Banten terus-menerus mengalami kemunduran karena seluruh keputusan harus melalui persetujuan Belanda. Bahkan, ada banyak pemberontakan, kerusuhan, dan kekacauan dalam segala bidang.
Demikianlah penjelasan tentang sejarah kesultanan Banten yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
