Sejarah Kota Garut, Kota Intan yang Jadi Destinasi Wisata

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kota dan kabupaten di Indonesia memiliki kisah sejarah masing-masing, termasuk Kabupaten Garut. Oleh karena itu, sejarah Kota Garut menarik untuk diketahui guna menambah wawasan seputar sejarah kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.
Berlokasi di Provinsi Jawa Barat, Garut adalah salah satu kabupaten di wilayah provinsi tersebut. Berdasarkan informasi dari situs garutkab.go.id, kabupaten ini memiliki luas wilayah mencapai 307,407 Ha.
Sejarah Kota Garut sebagai Salah Satu Kota Wisata di Indonesia
Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat, sejarah Kota Garut diawali dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 silam oleh Daendels, sesuai informasi dari situs garutkab.go.id. Alasan pembubarannya adalah produksi kopi yang mencapai titik terendah.
Bupati Kabupaten Limbangan juga menolak perintah untuk menanam nila. Oleh karena itu, Kabupaten Limbangan pun dibubarkan.
Pada 16 Februari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang saat itu dijabat oleh Raffles, mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan kembali Kabupaten Limbangan dengan ibu kota di Suci. Namun, kawasan Suci dinilai tidak memenuhi syarat karena dinilai cukup sempit.
Berkaitan dengan hal itu, maka Bupati Limbangan yaitu Adipati Adiwijaya membentuk panitia guna mencari tempat yang cocok bagi ibu kota Kabupaten Limbangan. Awalnya, panitia menemukan daerah Cimurah, sekitar 3 km sebelah timur dari Suci.
Namun, di tempat tersebut air bersih sulit untuk didapatkan, sehingga tidak cocok menjadi ibu kota. Panitia pun menuju ke bagian sebelah barat dan mendapatkan tempat yang cocok, dengan tanah subur dan terdapat mata air yang langsung mengalir ke Sungai Cimanuk.
Mata air tersebut lokasinya tertutup oleh semak belukar dan berduri. Seorang panitia pun tangannya tergores hingga berdarah.
Dalam rombongan panitia, ada seorang Eropa yang ikut. Saat melihat tangan salah seorang panitia berdarah, orang Eropa tersebut pun langsung bertanya, "Mengapa berdarah?". Pertanyaan itu dijawab oleh orang yang tergores dengan jawaban "Tangannya kakarut."
Orang Eropa tersebut menirukan kata "kakarut" dengan tidak fasih, sehingga malah menyebutnya menjadi "gagarut". Hal inilah yang menjadi alasan tanaman berduri disebut dengan "Ki Garut". Sementara telaga sumber airnya bernama "Ci Garut".
Usai penemuan telaga yang akhirnya diberi nama Ci Garut tersebut, daerah itu pun disebut dengan nama Garut. Akhirnya nama Garut tersebut disetujui oleh Bupati Limbangan, Adipati Adiwijaya untuk dijadikan nama ibu kota dari Kabupaten Limbangan.
Akhirnya, pada 15 September 1813 diletakkan batu pertama pembangunan saranan dan prasarana ibu kota. Mulai dari tempat tinggal, kantor asisten residen, masjid, hingga alun-alun dibangun di daerah tersebut.
Usai seluruh sarana dan prasarana selesai dibangun, ibu kota Kabupaten Limbangan pun pindah dari daerah Suci ke Garut pada tahun 1821. Nama Kabupaten Garut pun digunakan untuk menggantikan nama Kabupaten Limbangan.
Kemudian, pada tahun 1925, melalui keputusan Gubernur Jenderal, Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah pemerintahan otonom yang berdiri sendiri. Saat itu, posisi bupati diisi oleh Adipati Suria Karta Legawa.
Seiring berjalannya waktu, berbagai pembangunan terus terjadi di Kabupaten Garut. Berbagai fasilitas kota mulai hadir, mulai dari stasiun kereta api, kantor pos, hotel, hingga pertokoan.
Perkembangan di Kabupaten Garut hingga kini terus mengalami peningkatan. Bahkan, kabupaten ini telah menjadi salah satu destinasi wisata dengan beragam daya tarik wisata yang hadir.
Itu dia informasi mengenai sejarah Kota Garut yang menarik untuk diketahui. Dengan mengetahui informasi tersebut, maka wawasan mengenai berdirinya Kabupaten Garut bisa bertambah. (Prima)
Baca Juga: Sejarah Kelenteng Boen Tek Bio, Jejak Sejarah dan Budaya Tionghoa di Tangerang
