Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Sejarah Nasi Tumpeng beserta Makna Simbolik di Dalamnya
19 Maret 2025 15:29 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah nasi tumpeng adalah sebuah topik yang menarik bagi penggemar kuliner. Nasi tumpeng bukan sekadar hidangan, tetapi juga simbol penuh makna dalam berbagai tradisi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dengan bentuknya yang menyerupai gunung, tumpeng mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan. Sejak zaman dahulu, nasi tumpeng selalu hadir dalam berbagai upacara adat, perayaan, hingga acara syukuran.
Sejarah Nasi Tumpeng
Terdapat berbagai hal menarik mengenai sejarah nasi tumpeng. Berikut adalah sejarah nasi tumpeng beserta makna simbolik di dalamnya berdasarkan situs web inculs.fib.ugm.
Tumpeng adalah hidangan tradisional Indonesia yang terdiri dari nasi berbentuk kerucut, sering kali disertai dengan berbagai lauk. Asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke tradisi Jawa dan Bali kuno.
Bentuk kerucut dalam nasi tumpeng melambangkan gunung. Bentuk ini dalam kosmologi Hindu-Buddha dianggap sebagai tempat tinggal para dewa.
Bentuk kerucut mencerminkan lanskap pegunungan Indonesia dan mewujudkan hubungan spiritual yang mendalam dengan alam. Secara tradisional, tumpeng disiapkan menggunakan nasi putih, yang melambangkan kemurnian.
ADVERTISEMENT
Warna putih juga melambangkan pentingnya mengonsumsi sumber yang bersih dan halal. Seiring berjalannya waktu, variasi seperti tumpeng nasi kuning yang berasal dari kunyit muncul. Warna ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Susunan lauk di sekitar kerucut nasi dipilih dengan cermat, masing-masing membawa makna simbolisnya sendiri. Lauk yang ada dalam nasi tumpeng mencerminkan nilai-nilai filosofis leluhur orang Indonesia.
Di Indonesia tumpeng merupakan bagian integral dari berbagai upacara dan perayaan. Tumpeng banyak digunakan dalam acara ulang tahun, pernikahan, dan syukuran.
Kehadiran nasi tumpeng menandakan keharmonisan komunal, rasa syukur, dan harapan akan berkah. Berbagi tumpeng dapat memperkuat ikatan sosial. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolektif yang melekat dalam budaya di masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sejarah nasi tumpeng beserta makna simbolik di dalamnya menggambarkan kekayaan warisan kuliner Indonesia. Makanan lebih dari sekadar makanan pokok untuk mewujudkan identitas budaya, evolusi sejarah, dan nilai-nilai filosofis yang mengakar kuat. (Fia)