Konten dari Pengguna

Sejarah Perang Bubat, Mulai dari Penyebab hingga Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perang. Sumber: Birmingham Museum/unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perang. Sumber: Birmingham Museum/unsplash.com

Perang Bubat adalah perang besar yang menjadi akhir kekuasaan mahapatih terbesar Kerajaan Majapahit. Sejarah perang Bubat berkaitan dengan pertikaian antara Kerajaan Majapahit melawan Kerajaan Sunda.

Menurut Supriatin dalam Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, Perang Bubat terjadi pada tahun 1357 Masehi yang berawal dari upaya menjalin persaudaraan.

Lalu, bagaimana sejarah Perang Bubat serta dampaknya? Cari tahu selengkapnya di artikel ini.

Penyebab Perang Bubat

Ilustrasi perang. Sumber: Birmingham Museum/unsplash.com

Sejarah Perang Bubat diawali oleh upaya Hayam Wuruk untuk menaklukkan Kerajaan Sunda dengan cara mempersunting Dyah Pitaloka Citraresmi, putri dari Raja Sunda.

Pada tahun 1357 Masehi, rombongan Kerajaan Sunda berencana untuk pergi ke Trowulan untuk menikahkan Dyah Pitaloka Citraresmi dengan Hayam Wuruk. Namun, situasi tersebut dilihat Gajah Mada dari sudut pandang berbeda.

Gajah Mada melihat peluang bahwa itu adalah saat yang tepat untuk menaklukkan Kerajaan Sunda. Hal itu dikarenakan Gajah Mada yang memegang teguh Sumpah Palapa untuk menguasai wilayah Nusantara.

Setelah itu, pasukan dari Kerajaan Sunda tiba di Pesanggrahan Bubat yang lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Di sinilah Gajah Mada memberikan keputusan secara sepihak, bahwa Dyah Pitaloka hanya digunakan sebagai pemantik dari Kerajaan Sunda untuk dikuasai Majapahit.

Kemudian, pasukan Majapahit pun menyerang Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat. Di sisi lain, para rombongan Kerajaan Sunda naik pitam mendengar ucapan Gajah Mada, sehingga terjadilah peperangan.

Perang Bubat ini terjadi dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang, sehingga banyak pasukan Kerajaan Sunda yang meninggal dunia dan menyisakan Dyah Pitaloka Citraresmi.

Akibat dari situasi tersebut, Dyah Pitaloka Citraresmi pun memutuskan untuk bunuh diri dengan menusukkan konde di jantungnya.

Dampak Perang Bubat

Perang Bubat yang menyebabkan banyak orang tewas ini menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi Kerajaan Majapahit. Adapun beberapa dampak tersebut adalah sebagai berikut.

  • Timbulnya rasa kecewa dari Hayam Wuruk kepada patih Gajah Mada.

  • Pertikaian antara Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada.

  • Rusaknya hubungan antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Sunda.

  • Berlangsungnya konflik selama berabad-abad yang menyebabkan hubungan kurang harmonis.

Demikian informasi seputar sejarah Perang Bubat, penyebab, serta dampak yang ditimbulkan. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasanmu. (ENF)