Konten dari Pengguna

Sejarah Puasa Syawal, Amalan Sunah dengan Keutamaan Luar Biasa

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
1 April 2025 16:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sejarah puasa Syawal. Foto: Pexels.com/Thirdman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah puasa Syawal. Foto: Pexels.com/Thirdman
ADVERTISEMENT
Sejarah puasa Syawal telah ada sejak zaman Rasulullah saw dan menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan setelah Ramadan.
ADVERTISEMENT
Ibadah ini memiliki keutamaan luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang menyatakan bahwa pahala puasa Syawal setara dengan berpuasa selama setahun penuh.
Anjuran ini menjadi bagian dari ajaran Islam yang memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk menyempurnakan ibadah puasanya.

Sejarah Puasa Syawal

Ilustrasi Sejarah puasa Syawal. Foto: Pexels.com/Thirdman
Mengutip dari laman uinsgd.ac.id, sejarah puasa Syawal berawal dari anjuran Rasulullah saw yang diriwayatkan dalam berbagai hadis.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah saw bersabda bahwa,
"Barang siapa yang berpuasa selama bulan Ramadan, lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim)
Hal ini didasarkan pada perhitungan bahwa setiap kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat, sehingga enam hari puasa setelah Ramadan menyempurnakan ganjaran ibadah selama setahun.
ADVERTISEMENT
Selain itu, hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Majah juga menyebutkan bahwa seseorang yang berpuasa Ramadan dan menambah enam hari di bulan Syawal akan memperoleh pahala yang setara dengan puasa satu tahun penuh.
Dengan adanya dalil ini, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa Syawal sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Ibadah ini menjadi kebiasaan di kalangan para sahabat dan ulama terdahulu yang ingin menjaga keberkahan Ramadan.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa puasa Syawal adalah bentuk syukur atas nikmat dapat menyelesaikan Ramadan dengan baik.
Selain itu, puasa ini juga dianggap sebagai penyempurna ibadah puasa wajib, sebab dalam praktiknya, mungkin ada kekurangan yang terjadi selama bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, puasa Syawal dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah sepanjang bulan Syawal.
ADVERTISEMENT
Rasulullah saw tidak menetapkan hari tertentu untuk menjalankannya, sehingga umat Islam memiliki kebebasan dalam memilih waktu yang sesuai.
Namun, banyak ulama yang menganjurkan untuk segera melaksanakannya setelah Idulfitri agar semangat ibadah tetap terjaga.
Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan yang menjadikannya sebagai ibadah sunah yang sangat dianjurkan.
Salah satu keutamaannya adalah mendapatkan pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun penuh.
Dalam hadis disebutkan bahwa setiap amalan kebaikan dilipatgandakan pahalanya hingga sepuluh kali lipat, sehingga menjalankan puasa enam hari setelah Ramadan dapat menyempurnakan hitungan puasa setahun.
Selain memperoleh pahala yang besar, puasa Syawal juga menjadi tanda diterimanya ibadah Ramadan. Orang-orang saleh terdahulu memiliki kebiasaan untuk tetap melanjutkan amal baik setelah menyelesaikan kewajiban mereka.
ADVERTISEMENT
Dengan tetap berpuasa setelah Ramadan, seorang Muslim menunjukkan keikhlasan dan keteguhannya dalam menjalankan ibadah.
Selain manfaat spiritual, puasa Syawal juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Setelah satu bulan penuh menjalankan puasa Ramadan, tubuh membutuhkan penyesuaian sebelum kembali ke pola makan biasa.
Puasa Syawal dapat membantu tubuh beradaptasi secara bertahap dan menjaga pola makan yang lebih sehat.
Puasa Syawal juga menjadi latihan bagi seseorang untuk terus menjaga kebiasaan berpuasa sunah.
Setelah berhasil melaksanakannya, seseorang akan lebih mudah menjalankan puasa sunah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh.
Dengan begitu, ibadah ini tidak hanya bernilai tinggi di sisi Allah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Sebagai kesimpulan, sejarah puasa Syawal telah menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki nilai yang luar biasa dalam Islam.
ADVERTISEMENT
Keutamaan yang besar menjadikannya sebagai amalan sunah yang patut dilakukan oleh setiap Muslim yang ingin mendapatkan pahala berlipat dan menjaga kualitas ibadahnya. (Shofia)