Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sejarah Rendang, Hidangan Khas Minangkabau yang Mendunia
29 Maret 2025 20:25 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah rendang merupakan bagian penting dari warisan kuliner Nusantara yang telah dikenal hingga ke mancanegara. Rendang telah menjadi simbol kebanggaan budaya Indonesia dan sering hadir dalam berbagai acara adat maupun hidangan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Hidangan khas Minangkabau ini tidak hanya terkenal karena cita rasanya yang kaya rempah, tetapi juga karena proses memasaknya yang unik dan tahan lama.
Mengutip situs web p2k.stekom.ac.id, dalam tradisi Minangkabau, rendang menjadi hidangan wajib dalam perayaan adat, termasuk upacara adat, kenduri, dan penyambutan tamu kehormatan.
Sejarah Rendang
Rendang bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Minang, mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan dalam proses memasaknya. Inilah sejarah rendang.
Rendang adalah hidangan khas Minangkabau yang telah mendunia dan memiliki sejarah yang kaya. Asal usul rendang dapat ditelusuri kembali ke abad ke-16, ketika orang Minang sering melakukan perjalanan jauh ke Selat Malaka dan Singapura.
Dalam perjalanan panjang yang bisa memakan waktu hingga sebulan, orang Minang membutuhkan makanan yang tahan lama, sehingga rendang menjadi pilihan ideal karena daya simpannya yang tinggi.
ADVERTISEMENT
Proses pembuatan rendang melibatkan teknik memasak yang disebut "marandang," yang berarti memasak santan hingga kering secara perlahan. Kata "rendang" sendiri berasal dari bahasa Minangkabau, dan hidangan ini awalnya menggunakan daging kerbau.
Seiring waktu, daging sapi dan ayam mulai digunakan untuk mendapatkan tekstur yang lebih empuk. Rendang juga dikenal dalam kesusastraan Melayu klasik, seperti Hikayat Amir Hamzah, yang menunjukkan bahwa masakan ini sudah ada sejak abad pertengahan.
Rendang tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, di mana hidangan ini juga populer. Namun, ada perbedaan antara rendang Indonesia dan rendang Malaysia.
Rendang Indonesia biasanya lebih kering karena dimasak lebih lama, sedangkan rendang Malaysia cenderung lebih basah. Rendang memiliki makna budaya mendalam bagi Minangkabau, melambangkan musyawarah dan mufakat lewat bahan utamanya.
ADVERTISEMENT
Mengetahui sejarah rendang memberikan pemahaman lebih tentang bagaimana hidangan ini berkembang dan tetap lestari hingga saat ini. Memahami sejarahnya membantu siapapun menghargai rendang sebagai warisan kuliner global dan identitas kuliner Indonesia. (Fikah)