Sejarah Revolusi Rusia dan Dampaknya bagi Dunia

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
17 Desember 2023 22:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Revolusi Rusia. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Revolusi Rusia. Sumber foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Revolusi Rusia adalah peristiwa bersejarah yang berlangsung pada tahun 1917, tepatnya saat Perang Dunia I masih terjadi. Peristiwa ini lah yang menjadi tonggak awal berdirinya Uni Soviet.
ADVERTISEMENT
Karena memberikan dampak besar bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia, Revolusi Rusia dianggap menjadi sejarah yang penting untuk diketahui. Apa alasannya? Simak di bawah ini.

Latar Belakang Revolusi Rusia

Ilustrasi Revolusi Rusia. Sumber foto: Unsplash
Dikutip dari Modul Sejarah Kelas XI, pada permulaan abad ke-19, keadaan Rusia masih sangat terbelakang jika dibandingkan dengan Eropa Barat. Karena kondisinya yang masih kolot, rakyat masih memiliki pandangan bahwa Tsar Rusia adalah orang yang berkuasa.
Saat itu masyarakat juga masih terbagi menjadi dua golongan, yakni tuan tanah (bangsawan) dan petani (rakyat jelata). Akibatnya, seluruh rakyat jelata harus tunduk kepada tuan tanahnya masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, krisis ekonomi mulai terjadi sehingga menyebabkan ketimpangan sosial antara kaum elite dan rakyat jelata. Di bawah kekuasaan Tsar Nicholas II, gaya hidup bangsawan dinilai berlebihan, dan membuat rakyat kecil mengalami krisis kelaparan.
ADVERTISEMENT
Belum lagi, rakyat merasa tidak adil akibat terjadinya peristiwa Bloody Sunday pada 1905, yang menewaskan ribuan orang. Sikap Tsar yang otoriter dan tidak mau menerima kritik inilah yang memunculkan kelompok liberal atau sosialis penentang Tsar II.

Dampak dan Pecahnya Revolusi Rusia

Revolusi Rusia pun tak bisa terelakkan. Peristiwa ini terbagi menjadi dua gelombang, yakni pada Februari 1917 dan Oktober 1917. Gelombang pertama berlangsung selama 23-27 Februari 1917, setelah Tsar II menindak tegas protes rakyat di St. Petersburg.
Melalui gelombang pertama, Tsar II berhasil digulingkan dan terbentuk sistem pemerintahan bersifat liberal, yang dipimpin oleh Alexander Kerensky.
Peristiwa ini berlanjut pada Oktober, yang dikenal sebagai Revolusi Bolshevik. Kelompok radikal menilai bahwa Alexander bekerja lambat, sehingga harus dilengserkan. Kekuasaan pun mulai berada di bawah kendali Bolshevik yang menjadi tonggak awal Uni Soviet.
ADVERTISEMENT
Setelah Bolshevik memegang kendali, ideologi komunis pun mulai berkembang. Akhirnya, Partai Bolshevik di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin) mulai membentuk Uni Soviet.
Kekuasan Vladimir Lenin inilah yang memberikan dampak penyebaran komunisme ke seluruh dunia, termasuk Cina dan Indonesia. Hingga kini, Uni Soviet dianggap sebagai negara komunis terbesar di dunia. (RN)