Sejarah Sekolah Santa Ursula di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah Santa Ursula merupakan salah satu sekolah tertua di Indonesia. Sekolah ini didirikan pada tahun 1856 oleh para suster Ursulin yang berasal dari Sittard, Belanda. Terdapat sejarah sekolah Santa Ursula yang sangat panjang.
Pada awalnya, sekolah ini hanya diperuntukkan bagi perempuan, namun seiring berjalannya waktu, sekolah ini juga menerima siswa laki-laki.
Saat ini, sekolah Santa Ursula memiliki beberapa tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Sekolah Santa Ursula tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya.
Perjalanan Sejarah Sekolah Santa Ursula di Indonesia
Pada tanggal 7 Februari 1856, tujuh suster Ursulin tiba di Batavia (Jakarta) atas permintaan Vikaris Apostolik Batavia, Mgr. Petrus Maria Vrancken. Kedatangan mereka bertujuan untuk memulai karya pendidikan di tanah Jawa.
Pada tahun 1889, pembangunan biara, kapel, sekolah, dan asrama selesai. Sebagai cikal bakal SMA Santa Ursula, didirikanlah HBS Princess Juliana pada tahun 1906. Izin penyelenggaraan pendidikan SMA Santa Ursula dimulai pada tahun ajaran 1931/1932.
Selain di Jakarta, Santa Ursula juga mendirikan sekolah di berbagai daerah lain, termasuk di BSD, Tangerang Selatan.
Dikutip dari laman sanurbsd-tng.sch.id, Sekolah Santa Ursula BSD didirikan pada tahun 1990 sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Sekolah Santa Ursula telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Banyak alumni sekolah ini yang telah sukses dan berkiprah di berbagai bidang.
Sekolah ini juga terus berupaya untuk mengembangkan kualitas pendidikan agar dapat terus menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter.
Demikian sejarah Sekolah Santa Ursula di Indonesi yang telah mengalami perjalanan panjang.
Baca Juga: Sejarah Sekolah Rakyat di Indonesia
