Konten dari Pengguna

Sejarah Situs Setono Gedong yang Berada di Kediri

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Situs Setono Gedong, Foto: Unsplash/Nichika Sakurai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Situs Setono Gedong, Foto: Unsplash/Nichika Sakurai

Situs Setono Gedong merupakan peninggalan sejarah yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur. Sejarah Situs Setono Gedong ini menjadi salah satu bukti kejayaan Kerajaan Kediri di masa lalu.

Mengutip buku Jurnal Proceedings of The National Conference on Community Engagement, Rizky Anisa Johara, (2024: 491), Kota Kediri dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan situs sejarah yang kini menjadi destinasi wisata.

Keberadaan Sungai Brantas yang melintasi wilayah Kediri menjadikannya lokasi yang strategis untuk jalur perdagangan. Faktor inilah yang menarik banyak tokoh untuk datang dan menyebarkan agama di kota tersebut.

Sejarah Situs Setono Gedong di Kediri

Ilustrasi Sejarah Situs Setono Gedong, Foto: Unsplash/Alferio Njau

Sejarah Situs Setono Gedong menyimpan cerita panjang, mulai dari tempat pemujaan kepercayaan tertentu, hingga penyebaran agama Islam. Situs ini juga berkaitan dengan syekh Wasil Syamsudin yang datang untuk menyebarkan ajaran Islam di Kediri.

Berdasarkan temuan arca dan candi di sekitar wilayah ini, dapat disimpulkan bahwa tempat ini dahulu digunakan untuk ritual agama Hindu. Namun, seiring dengan penyebaran agama Islam, fungsi tempat ini perlahan beralih.

Pada tahun 1967, Masjid Auliya’ Setono Gedong dibangun di sebelah timur situs tersebut. Di belakang masjid, terdapat makam beberapa tokoh, salah satunya adalah syekh Wasil Syamsudin.

Wisata Situs Setono Gedong

Ilustrasi Sejarah Situs Setono Gedong, Foto: Unsplash/Nichika Sakurai

Situs Setono Gedong merupakan peninggalan cagar budaya yang diyakini berasal dari abad ke-12 masehi. Pada tahun 2007, walikota H.A Maschut, secara resmi membuka situs ini sebagai destinasi wisata umum.

Sejak saat itu, situs ini menarik perhatian wisatawan lokal dari berbagai daerah. Banyak wisatawan datang untuk berziarah ke makam para tokoh agama, seperti makam syekh Wasil Syamsudin.

Situs ini menjadi pengingat tentang kebesaran dan kejayaan peradaban Nusantara di masa lalu, serta simbol identitas budaya masyarakat Kediri. Oleh karena itu, penting untuk menjaga dan melestarikan situs-situs ini agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Demikianlah sejarah Situs Setono Gedong yang berada di Kediri. Pemerintah daerah terus berupaya untuk melestarikan situs ini agar menjadi salah satu ikon pariwisata masyarakat setempat. (Nabila)

Baca Juga: Sejarah Situs Kumitir dan Perannya dalam Peradaban Majapahit