Konten dari Pengguna

Sejarah Waduk Tempuran sebagai Wisata yang Dibangun Belanda Tahun 1916

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Waduk Tempuran, Foto: Pixabay/shogun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Waduk Tempuran, Foto: Pixabay/shogun

Waduk Tempuran merupakan salah satu lokasi wisata yang populer di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sejarah Waduk Sangiran ini dibangun sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.

Nama Waduk Sangiran pun sudah tak asing bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Dusun Juwet, Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Jawa Tengah. Sebab, Waduk Sangiran dikenal memiliki banyak potensi lokal.

Sejarah Waduk Tempuran

Ilustrasi sejarah Waduk Tempuran, Foto: Pixabay/jplenio

Dikutip dari situs blorakab.go.id sejarah Waduk Tempuran pertama kalinya dibangun pada tahun 1912 dan diresmikan oleh masa kolonial Belanda pada tahun 1916.

Di mana Waduk Tempuran merupakan bendungan yang tercipta dari tiga sumber mata air dan sungai. Dibangunnya bendungan ini karena memiliki tujuan sebagai penjaga kestabilan air bagi kebutuhan masyarakat Blora.

Namun, seiring perkembangan zaman, Waduk Tempuran menjadi pusat pelatihan atlet dayung, hingga kini bertambah menjadi lokasi wisata keluarga populer di Blora, khususnya bagi wisata air, dan kuliner.

Selain menjadi lokasi waduk yang bersejarah dan dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kini waduk Tempuran menawarkan beragam konsep wisata.

Tak hanya terdapat wisata air dan kuliner, namun di lokasi ini juga terdapat wisata petik jambu dan wisata budaya, sehingga pada akhirnya Waduk Tempuran ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Blora.

Waduk Tempuran juga menggelar sebuah cafe dan resto yang menjadi kuliner dan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, selancar air, dan berbagai menu makanan serta minuman yang merakyat.

Tak kalah menarik, panorama alam yang ada di Waduk Tempuran dapat mendamaikan hati dan menghadirkan sensasi memancing dengan nikmat.

Bahkan bersama keluarga, setiap orang dapat mencoba merasakan sensasi berkeliling di sekitaran waduk dengan menumpangi wahana perahu, yang biaya perahunya pun murah.

Luas Waduk Tempuran sekitar 44,3 hektare dan memiliki fungsi sebagai lahan penyimpanan air untuk keperluan perikanan dan pertanian.

Jarak tempuh untuk menuju lokasi Waduk Tempuran dari arah alun-alun Kota Blora sekitar 11 km dengan waktu tempuh 30 menit, di mana Waduk Tempuran ini dibuka setiap harinya pada pukul 08.00-18.00 WIB.

Demikian merupakan sejarah Waduk Tempuran dan penjelasan tentang pesona alam Waduk Tempuran yang menakjubkan. (Sis)

Baca juga: Sejarah Waduk Jatiluhur dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia