Sianipar Masuk Marga Apa? Ini Jawabannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia mempunyai berbagai marga yang tersebar luas di berbagai daerah dengan keunikan masing-masing, salah satunya marga Sianipar. Lantas Sianipar masuk marga apa? Sianipar masuk marga Batak Toka dan berasal dari daerah Balige, Toba.
Untuk mengetahui sejarah dan karakteristiknya yang menarik dari marga Sianipar, simak di sini!
Sejarah Marga Sianipar
Richard Sinaga dalam buku berjudul Leluhur marga-marga Batak dalam sejarah, silsilah, dan legenda: Angkola, Karo, Mandailing, Nias, Pakpak, Simalungun, Toba menjelaskan bahwa dikisahkan silsilah garis keturunan Suku Batak (tarombo), Raja Sianipar merupakan generasi ketujuh dari Si Raja Batak.
Ia adalah anak keempat (anak bungsu) dari Tuan Dibangarna. Selanjutnya Raja Sianipar mempersunting boru Pasaribu dan mempunyai anak yakni Raja Patuan. Selanjutnya Raja Patuan mempersunting boru Naipospos sekaligus boru Hutauruk.
Dari pernikahan tersebut mempunyai dua anak, yakni Sinohornohor serta Patuat Gaja. Sampai sekarang masih ada perdebatan antara marga Sianipar dengan kelompok Sinohornohor serta Patuat Gaja tentang siapa yang lebih tua dari keduanya.
Perdebatan ini bahkan kerap memunculkan polemik antara kedua belah pihak. Selanjutnya, keturunan dari Raja Sianipar mengklasifikasikan diri dalam lima kelompok, yakni:
Guru Soaloon
Sinohornohor
Purba Raja
Sibatang Buruk
Datu Lopak
Marga Sianipar mempunyai afiliasi marga Silitonga, Panjaitan, serta Siagian sebagai keturunan dari Tuan Dibangarna. Beberapa marga tersebut memegang teguh ikatan persaudaraan.
Mereka tidak akan menikah antara satu dengan lainnya. Hal ini terjadi, sebab Raja Sianipar adalah anak bungsu dari Tuan Dibangarna, sehingga semua marga Sianipar dianggap paling muda oleh marga Silitonga, Panjaitan, serta Siagian.
Masing-masing keturunan marga Sianipar mempunyai sebutan panggilan kakak atau abang saat bertemu dengan orang dari ketiga marga tersebut tanpa memerhatikan usia mereka.
Raja Sianipar yang menikah dengan br. Pasaribu menjadikan Hulahula (mataniari binsar) dari semua marga Sianipar, yakni marga Pasaribu.
Tetapi, sebagian marga Sianipar yang asalnya dari keturunan Patuat Gaja beranggapan bahwa marga Simanungkalit menjadi Hulahula (mataniari binsar), sebab memang Patuat Gaja menikah dengan br. Simanungkalit.
Demikianlah penjelasan tentang marga Sianipar yang masuk dalam kategori marga Batak Toba dan sekarang banyak bermukim di Balige, Toba serta menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Semoga membantu. (eK)
