Konten dari Pengguna

Siapa yang Ingin Terlepas dari Belenggu Penjajah? Ini Penjelasannya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
14 September 2024 0:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi siapa yang ingin terlepas dari belenggu penjajah. Foto: Pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siapa yang ingin terlepas dari belenggu penjajah. Foto: Pexels.com/Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Siapa yang ingin terlepas dari belenggu penjajah? Pertanyaan ini menjadi refleksi bagi bangsa-bangsa yang pernah mengalami masa-masa penjajahan, di mana kebebasan dan hak-hak dasar manusia diambil secara paksa.
ADVERTISEMENT
Keinginan untuk merdeka dan hidup tanpa tekanan penjajahan adalah cita-cita utama bagi bangsa yang terjajah.
Indonesia sendiri merasakan penjajahan selama lebih dari tiga abad oleh Belanda dan beberapa tahun oleh Jepang, sebelum akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Siapa yang Ingin Terlepas dari Belenggu Penjajah?

Ilustrasi siapa yang ingin terlepas dari belenggu penjajah. Foto: Pexels.com/Lukas
Siapakah yang memiliki keinginan untuk terlepas dari belenggu penjajah? Jawabannya adalah seluruh rakyat yang merasakan ketidakadilan dan penindasan selama masa penjajahan.
Penjajahan yang dilakukan Belanda selama lebih dari tiga abad dan Jepang selama tiga setengah tahun meninggalkan luka yang dalam pada bangsa Indonesia.
Penjajahan tidak hanya menyita kebebasan, tetapi juga merampas hak-hak dasar manusia, seperti hak atas pendidikan, kehidupan yang layak, serta kebebasan dalam menentukan nasib sendiri.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari umj.ac.id, perlawanan terhadap penjajah muncul dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani hingga tokoh intelektual.
Sosok seperti Jenderal Soedirman, yang memimpin perlawanan gerilya melawan Belanda, menjadi simbol perjuangan militer rakyat Indonesia.
Selain itu, tokoh seperti Soekarno dan Hatta, yang menggunakan jalur diplomasi, menjadi ujung tombak dalam proses menuju kemerdekaan.
Mereka yang ingin terlepas dari belenggu penjajah bukan hanya para prajurit di medan perang, tetapi juga seluruh rakyat yang ingin hidup bebas dan bermartabat.
Pada masa akhir penjajahan Jepang, kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II memberikan peluang bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945 menandai akhir dari penjajahan dan menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
Momen tersebut disambut dengan sukacita oleh seluruh rakyat Indonesia yang telah lama merindukan kebebasan.
Namun, kemerdekaan tidak datang tanpa tantangan. Setelah proklamasi, bangsa Indonesia masih harus berjuang mempertahankan kedaulatannya dari upaya Belanda yang ingin kembali menjajah.
Rakyat yang ingin terlepas dari belenggu penjajah terus berjuang dengan semangat yang tak kenal menyerah. Akhirnya, pada tahun 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sepenuhnya, dan sejak saat itu, Indonesia menjadi negara merdeka yang berdaulat.
Siapa yang ingin terlepas dari belenggu penjajah adalah mereka yang percaya bahwa kemerdekaan adalah hak asasi yang harus diperjuangkan.
Dengan semangat perjuangan yang kuat, bangsa Indonesia berhasil meraih kebebasannya dan membuka jalan bagi generasi penerus untuk membangun masa depan yang lebih baik.
ADVERTISEMENT