Strategi Belanda untuk Mengalahkan Kesultanan Banten yang Perlu Dipahami

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
5 Desember 2023 23:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Strategi Belanda untuk Mengalahkan Kesultanan Banten. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Strategi Belanda untuk Mengalahkan Kesultanan Banten. Sumber: Unsplash
ADVERTISEMENT
Strategi Belanda untuk mengalahkan Kesultanan Banten adalah dengan taktik adu domba. Siapa sangka ternyata cara tersebut berhasil membuat Kesultanan Banten terpecah belah.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Digital Marketing oleh Imam Ahmad, dkk., strategi adalah suatu kesatuan rencana perusahaan atau organisasi yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan.
Dalam usaha mengalahkan Kesultanan Banten, Belanda memberlakukan strategi adu domba antara sang Sultan dan anaknya. Bagaimana kisah lengkapnya?

Strategi Belanda untuk Mengalahkan Kesultanan Banten

Ilustrasi Strategi Belanda untuk Mengalahkan Kesultanan Banten. Sumber: Unsplash
Untuk mengalahkan Kesultanan Banten, pihak Belanda menggunakan taktik adu domba. Taktik tersebut dilakukan ketika Kesultanan Banten dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa dengan armada perangnya yang kuat.
Kesultanan Banten mengamankan jalur pelayaran dengan mengirim armada laut ke Kerajaan Sukadana atau Kerajaan Tanjungpura dan berhasil menaklukkannya pada 1661.
Ketika itu, Kesultanan Banten berusaha keluar dari tekanan VOC dengan cara memblokade kapal dagang ke arah Banten.
ADVERTISEMENT
Kemudian, pada 1680, terjadi perebutan kekuasaan dalam internal kerajaan di mana Sultan Ageng Tirtayasa memperebutkan kekuasaan dengan sang putra, yaitu Sultan Haji.
Kejadian tersebut dimanfaatkan oleh VOC dengan mendukung Sultan Haji sehingga perang saudara pun terjadi.
Selanjutnya, Sultan Haji berusaha memperkuat posisinya dengan mengirim dua orang duta untuk menghadap Raja Inggris pada 1682 di London. Hal tersebut bertujuan supaya Sutan Haji mendapat bantuan persenjataan dan dukungan.
Perang yang terjadi mengakibatkan Sultan Ageng Tirtayasa terpaksa melarikan diri ke Tirtayasa. Sejak saat itu, Sultan Ageng dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa.
Namun, pada 28 Desember 1682, wilayah Tirtayasa juga dikuasai Sultan Haji atas dukungan VOC. Akibatnya, Sultan Ageng Tirtayasa bersama Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf dari Makassar menyelamatkan diri ke arah selatan ke pedalaman Sultan.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, pada 14 Maret 1683, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan ditahan di Batavia.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai strategi Belanda untuk mengalahkan Kesultanan Banten di mana mereka menerapkan taktik adu domba dan berhasil membuat Sultan Ageng Tirtayasa dengan sang anak harus mengalami perang saudara.(LAU)