Strategi Pergerakan Kooperatif: Pengertian dan Latar Belakangnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strategi pergerakan kooperatif adalah strategi perang yang sifatnya moderat yang dilakukan para pejuang Indonesia dengan penjajah Belanda. Oleh karena itu, pengertian dan latar belakang strategi kooperatif perlu diketahui.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial, organisasi yang bersifat moderat pada umumnya akan bersikap lunak kepada pemerintah kolonial Belanda.
Pada artikel ini, akan dijelaskan pengertian serta latar belakang strategi kooperatif.
Pengertian Strategi Pergerakan Kooperatif
Strategi kooperatif adalah perjuangan yang dilakukan dengan cara bekerjasama dengan pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan menghindari tindakan kekerasan yang bisa dilakukan oleh pihak pemerintah kolonial Belanda.
Organisasi pergerakan nasional Indonesia yang sifatnya moderat bertindak dengan berdasarkan taktik kooperatif, memiliki keyakinan kemerdekaan ekonomi harus dicapai terlebih dahulu.
Pada bidang politik, organisasi pergerakan ini untuk sementara waktu bisa bersikap kooperatif bekerja sama dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Artinya saat menghadapi pemerintah kolonial Hindia Belanda organisasi pergerakan yang berhaluan kooperatif umumnya akan bersikap moderat, sehingga tujuan untuk memajukan serta memerdekakan rakyat bisa dicapai.
Pilihan untuk bersikap moderat serta bertindak kooperatif tidak dilakukan tanpa alasan yang kuat. Pejuang kemerdekaan menganggap sikap hati-hati dalam melawan pemerintah kolonial Belanda memang diperlukan.
Upaya yang dilakukan dengan menggunakan strategi kooperatif antara lainmengirimkan wakil ke Volksraad (Dewan Rakyat) dengan tujuan supaya bisa memperjuangkan kepentingan rakyat yang diantaranya sebagai berikut:
Mengusahakan banyak perubahan ketatanegaraan.
Mengusahakan penghapusan perbedaan dalam politik, ekonomi dan intelektual dengan cara yang tidak akan melanggar hukum.
Mengusahakan kesejahteraan rakyat melalui bidang ekonomi (bank dan koperasi) serta bidang sosial dan budaya, terutama kemajuan dalam bidang pendidikan.
Latar Belakang Strategi Kooperatif
Adapun latar belakang dari dijalankannya latar belakang strategi kooperatif oleh organisasi Budi Utomo, Parindra, Gerindo dan GAPI adalah sebagai berikut:
Krisis ekonomi dunia atau dikenal dengan nama Malaise yang terjadi pasca perang dunia I dan memuncak di tahun 1929.
Hancurnya ekonomi negara di dunia, sekaligus menyulitkan ekonomi di negara jajahan, termasuk Indonesia. Kesulitan keuangan juga dialami seluruh organisasi pergerakan.
Berlakunya peraturan pembatasan berserikat yang dilakukan Belanda terhadap organisasi pegerakan nasional.
Banyak tokoh pergerakan nasional yang ditangkap Belanda, contohnya Soekarno, Gatot Mangkupraja, Soepridinata, dan Maskun Sumadiredja.
Demikian penjelasan pengertian serta latar belakang strategi kooperatif. (ARH)
