Konten dari Pengguna

Syarat Kelompok Sekunder beserta Contohnya di Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Syarat Kelompok Sekunder. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Syarat Kelompok Sekunder. Sumber: Pixabay.com

Manusia dalam kehidupannya akan berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu kelompok sosial di masyarakat. Dalam kelompok sosial tersebut, ada yang dikenal sebagai kelompok sekunder. Lantas, apa syarat kelompok sekunder?

Simak pengertian, syarat, dan contoh dari kelompok sekunder dalam penjelasan berikut!

Syarat Kelompok Sekunder

Foto Hanya Ilustrasi: Syarat Kelompok Sekunder. Sumber: Pixabay.com

Kelompok sekunder tokohnya adalah Elsworth Faris. Kelompok sekunder merupakan kelompok yang hubungan antaranggotanya cenderung lebih besar dengan sifat impersonal dan waktunya terbatas.

Sudaryono dalam buku berjudul Manajemen Pemasaran, Teori dan Implementasi menjelaskan syarat kelompok sekunder (secondary group) adalah:

  1. Kelompok besar yang terdiri dari banyak orang.

  2. Antaranggota kelompok tidak mengenal secara pribadi.

  3. Kurang akrab satu sama lain atau interaksi mereka tidak secara intens.

  4. Sifatnya tidak begitu langgeng karena mereka berkumpul berdasarkan kepentingan yang sama.

  5. Kelompok sekunder lebih berorientasi terhadap tujuan.

Contoh Kelompok Sekunder di Masyarakat

Kelompok sekunder yang ada di masyarakat, antara lain:

1. Kontrak Jual Beli

Orang-orang yang melakukan hubungan kontrak (jual-beli) yang melibatkan munculnya hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Hubungan ini sangat rentan terhadap konflik, terutama jika salah satu pihak melanggar hak-haknya.

2. Partai Politik

Partai politik sifatnya nasional berdiri atas sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela. Kelompok ini terbentuk atas dasar kesamaan cita-cita dan kehendak memperjuangkan serta membela kepentingan politik masyarakat, anggota, bangsa, dan negara.

3. Perhimpunan Serikat Pekerja

Organisasi ini muncul dari, oleh, dan untuk buruh atau pekerja di suatu perusahaan atau di luar perusahaan, sifatnya terbuka, bebas, demokrasi, dan mandiri. Siapa saja yang tergolong pekerja bisa ikut mesti tidak saling mengenal sekali pun.

4. Organisasi Kemasyarakatan

Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) merupakan organisasi yang dibentuk atau didirikan masyarakat secara sukarela sesuai dengan kehendak dan kesamaan aspirasi yang tujuan utamanya tercapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur.

5. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

PGRI adalah organisasi profesi yang anggotanya adalah para guru serta tenaga pendidik yang ada di Indonesia. Mereka belum pernah saling mengenal sebelumnya dan bersatu dengan tujuan memajukan pendidikan bangsa.

Itulah penjelasan tentang syarat kelompok sosial dan contoh-contohnya yang ada di masyarakat, yang menarik untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (eK)