Konten dari Pengguna

Tari Kipas Pakarena: Sejarah dan Maknanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tari kipas pakarena, Pexels/Cody Hammer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tari kipas pakarena, Pexels/Cody Hammer

Tari kipas pakarena merupakan tarian tradisional yang menggunakan kipas sebagai properti utamanya. Tarian ini umum ditampilkan dalam acara-acara besar, seperti upacara adat dan perayaan pemerintahan.

Dikutip dari buku Tradisi Mappaenre Bunge dalam Perspektif Agama dan Kesehatan, Mutmainna, dkk., (2024:17), dijelaskan bahwa tari kipas ditarikan oleh para gadis yang diiringi dengan alunan lagu.

Sama halnya dengan warisan budaya lainnya, tarian yang sudah ada sejak masa kejayaan kerajaan Gowa ini juga dikaitkan dengan cerita rakyat dan mitos yang berkembang di masyarakat.

Sejarah dan Makna Tari Kipas Pakarena

Ilustrasi tari kipas pakarena, Pexels/cottonbro studio

Warisan budaya Indonesia dengan nama tari kipas pakarena berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pada zaman dahulu, tarian ini digunakan sebagai media pemujaan kepada para dewa.

Awal perkembangannya, kira-kira di abad ke-14, namanya masih dikenal dengan sebutan sere jaga yang berarti waspada atau sadar.

Namanya kemudian berubah menjadi pakarena karena ada perubahan fungsi. Dalam bahasa Makassar, istilah tersebut sendiri berasal dari kata pa'karena yang berarti main kipas.

Pada abad ke-16, tari kipas pakarena menjadi tarian resmi di istana Kerajaan Gowa. Seiring berjalannya waktu, tarian tersebut ditampilkan pada berbagai acara, mulai dari penyambutan pengantin hingga hari besar kenegaraan.

Perlu diketahui, setiap gerakannya mengandung makna filosofi yang sangat mendalam, bahkan jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang. Berikut beberapa di antaranya:

  • Melambangkan keanggunan dan kesopanan

  • Memiliki makna spiritual, yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur

  • Digunakan sebagai bentuk hiburan dan perayaan

Faktanya, tarian kipas pakarena tidak hanya ada satu jenis, melainkan terbagi ke dalam tiga versi, mulai dari versi asli dari Kerajaan Gowa, versi dari Kerajaan Tallo, dan versi kontemporer dengan sentuhan modern.

Secara garis besar, gerakan dalam tariannya menggambarkan perpisahan antara Boting Langi (khayangan) dengan Lino (bumi). Tarian ini juga menyampaikan ajaran kepada masyarakat Lino untuk bercocok tanam, berternak, atau berburu.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah tari kipas pakarena dan makna filosofisnya yang ternyata sangat menarik untuk diulik lebih dalam.

Baca Juga: 15 Ragam Hias Tradisional Nusantara yang Penting untuk Diketahui