Konten dari Pengguna

Tokoh Pencetus Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Anastasia Shuraeva/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Anastasia Shuraeva/pexels.com

Pembelajaran diferensiasi adalah metode pembelajaran yang diterapkan dengan mengelompokkan siswa dalam beberapa kategori. Adapun tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi adalah Carol Ann Tomlinson.

Menurut Kristiani, Susanti, Purnamasari, Purba, Saad, dan Anggraeni dalam Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi, pembelajaran diferensiasi adalah model pembelajaran yang diperkenalkan oleh Carol A. Tomlinson sejak 1995.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut berkaitan dengan tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi, simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Pembelajaran Diferensiasi

Ilustrasi tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: RDNE Stock project/pexels.com

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi, sebaiknya pahami dulu pengertiannya. Pembelajaran diferensiasi adalah jenis pembelajaran yang berfungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Dalam hal ini, pembelajaran diferensiasi menggunakan konsep modern dengan membagi siswa ke dalam sejumlah kelompok berdasarkan karakteristiknya.

Cara ini akan membantu siswa agar dapat belajar sesuai dengan kemampuan, hal yang disukai, serta kebutuhannya. Konsep pembelajaran ini juga cocok diterapkan dalam pembelajaran abad 21.

Tokoh Pencetus Pembelajaran Berdiferensiasi

Tokoh pencetus pembelajaran berdiferensiasi adalah Carol Ann Tomlinson. Beliau adalah seorang pengajar sekaligus penulis asal Amerika Serikat.

Melalui bukunya yang bertajuk How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classrooms, Tomlinson menjelaskan tentang perbedaan setiap peserta didik, sehingga membutuhkan pengajaran yang sesuai dengan karakteristiknya.

Ide tersebut akhirnya mulai dikenal tahun 1995 sebagai differentiated instruction atau pembelajaran berdiferensiasi. Tomlinson menerapkan metode tersebut kepada peserta didiknya ketika menjadi guru sampai profesor di University of Virginia.

Penerapan Pembelajaran Diferensiasi

Pada dasarnya, penerapan pembelajaran diferensiasi berdasarkan karakteristik setiap peserta didik. Dalam hal ini, pendidik dapat menyiapkan materi berdasarkan tingkat kesiapan, gaya belajar, serta minat dari setiap peserta didik.

Selain itu, guru juga dapat memodifikasi konten atau isi pembelajaran, hasil pembelajaran yang telah diajarkan, proses pembelajaran, maupun lingkungan belajar siswa. Dengan begini, siswa pun akan merasa lebih senang dan nyaman belajar tanpa ada rasa dituntut untuk sama dalam segala aspek.

Demikian sederet informasi berkaitan dengan tokoh pencetus pembelajaran diferensiasi dan penerapannya. [ENF]